Kamis, 27 Maret 2014

TEKS EKSPOSISI



Ratna Dwi Lestari                   122074002
Rimayatul Hidayah                 122074009
Desi Budi Riawati                  122074011
Roikhatul Jannah                    122074018
Maulidyah Riska                     122074201

PERPUSTAKAAN
JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

Salah satu jurusan yang ada di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya, yaitu Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia memiliki sebuah perpustakaan yang biasa disebut ruang baca. Disebut dengan ruang baca dikarenakan menurut aturan dari universitas yang menyatakan jika dalam fakultas hanya ada satu perpustakaan saja. Sehingga jurusan bahasa dan sastra Indonesia menamai perpustakaan jurusan bukan dengan nama perpustakaan namun dengan ruang baca. Perpustakaan ini telah ada sejak sebelum tahun 2001. Ruang baca ini terletak di dalam gedung T4 yang bersebelahan dengan ruang Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia disebelah kirinya. Dan untuk disebelah kanan berbatasan dengan laboratorium Jurusan Bahasa Inggris. Ruang baca yang dimiliki jurusan bahasa dan Sastra Indonesia berada di lantai dasar atau biasa disebut dengan lantai satu dari gedung T4. Jika berada di depan gedung T4 dan memiliki keinginan untuk ke ruang baca jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia maka cukup dengan berjalan lurus dengan melewati koperasi mahasiswa jurusan bahasa dan sastra Indonesia lalu belok ke kanan dan akan menemukan sebuah ruangan yang tepat berada disebelah kanan ruang HMJ dan akhirnya akan menemukan ruang baca yang dimaksud tersebut.
Kondisi ruangan di dalam ruang baca terasa nyaman. Memang sengaja dibuat senyaman mungkin agar para pengujung betah untuk membaca koleksi buku yang disediakan. Selain itu, ruang baca ini diciptakan dengan kedap udara dari suara luar, hal itu membuat pengunjung dapat berkosentrasi dalam membaca atau melaksanakan kegiatan lainnya di ruang baca. Ruang baca yang berdiri di atas tanah lebih kurang sepuluh kali tiga puluh lima meter ini memiliki lantai yang terbuat dari triplek yang dibentuk seperti tangga namun jarak antar tangga lebih lebar berkisar lebih kurang satu setengah meter. Serta lantai ini diselimuti oleh karpet yang menghangatkan dan dapat meminimalisir suara yang bisa ditimbulkan oleh pengunjung dari derap langkah kaki. Selain itu lantai yang berbentuk mirip tangga ini memiliki multi fungsi, yakni dapat digunakan sebagai tempat duduk dan juga dapat digunakan sebagai meja saat mahasiswa melaksanakan pembelajaran di ruang baca atau pun hanya sekedar mengerjakan tugas dengan menggunakan laptop.
Ruang baca ini memiliki tiga ribu lima ratus lima puluh buku yang dikumpulkan sejak awal berdirinya ruang baca. Buku-buku yang dikoleksi oleh ruang baca banyak diperoleh dari sumbangan mahasiswa baru yang memang diwajibkan untuk menyumbangkan buku untuk menambah koleksi yang ada serta sebagai syarat wajib untuk dapat lulus dari orientasi mahasiswa tingkat jurusan. Buku-buku yang boleh disumbangkan dapat berupa buku sastra, fiksi, pendidikan, atau buku-buku lain yang ada kaitannya dengan jurusan bahasa dan Sastra Indonesia yang notabene memang terdiri dari dua jurusan yaitu jurusan pendidikan dan juga jurusan sastra. Selain  mendapat sumbangan dari mahasiswa baru, koleksi buku ruang baca juga didapat dari mahasiswa yang akan melakukan yudisium sebagai syarat kelulusan dengan menyumbangkan sebuah skripsi. Pemerintah juga menyumbangkan beberapa buku pada tahun 1996, namun untuk tahun-tahun terakhir sumbangan buku tersebut berhenti. Buku-buku koleksi yang dimiliki ruang baca tidak semua dapat dipinjam oleh mahasiswa. Ada buku-buku khususnya yang hanya boleh dipinjam ditempat seperti kamus, skripsi, dan buku-buku referensi.
Buku-buku koleksi yang dimiliki oleh ruang baca ini diperkirakan oleh penjaga masih akan bertambah karena setiap tahun mahasiswa baru serta mahasiswa yudisium akan menyumbangkan buku dan skripsi.
Penataan buku dalam perpustakaan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia ini dilakukan dengan cara memberikan nomor klasifikasi pada setiap buku. Berikut ini nomor klasifikasi buku yang ada di perpustakaan JBSI:
v  001-005         METODE PENELITIAN, SEJARAH, DESKRIPSI-DESKRIPSI
v  010-095         BIBLIOGRAFI, PERS, KUMPULAN KARYA UMUM, NASKAH-NASKAH
v  100-190         ILMU FILSAFAT, LOGIKA, PSIKOLOGI
v  200                 AGAMA
v  300-369         SOSIOLOGI, ANTROPOLOGI, KOMUNIKASI, STATISTIK, EKONOMI, HUKUM
v  370-379         PENDIDIKAN
v  380-398         KOMUNIKASI, FOLKLOR
v  400                 BAHASA
v  500                 ILMU-ILMU MURNI, ILMU ALAMIAH DASAR
v  600                 ILMU TERAPAN/TEKNOLOGI, COPY WRITING
v  700                 KESENIAN, KOMIK,VIDEO
v  800                 KESUSASTRAAN
v  801                 KESUSASTRAAN, TEORI DAN FILSAFAT
v  808                 KUMPULAN TEKS KESUSASTRAAN
v  810                 KESUSASTRAAN BAHASA INDONESIA
v  811                 PUISI INDONESIA
v  812                 DRAMA INDONESIA
v  814                 ESAI INDONESIA
v  818                 ANEKA RAGAM PENULISAN INDONESIA
v  819                 KESUSASTRAAN BAHASA DAERAH INDONESIA
Perpustakaan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia mempunyai seorang pustakawan yang bernama Ibu Ivy. Beliau bertempat tinggal di Menanggal, Subaraya. Bu Ivy menjadi pustakawan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia pada tahun 2011, tahun ini adalah tahun ke 3 beliau menjadi pustakawan JBSI.
Sebelum bu Ivy menjadi pustakawan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, nama pustakawan sebelumnya adalah bu Lina.  Setelah bu Lina berhenti menjadi pustakawan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, bu Ivy lah yang menganti bu Lina menjadi pustakawan JBSI.
Bu Ivy menjaga perpustakaan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dari pukul 08.00 - 12.0008.00 - 12.00 WIB. Kemudian beliau beristirahat dari pukul 12.00 - 13.00 WIB, dan mulai melanjutkan tugasnya menjadi pustakawan dari pukul 13.00 – 14.3013.00 – 14.30 WIB.
Kondisi perpustakaan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia sudah cukup nyaman. Di dalamnya sudah terdapat pendinngin ruangan (AC) dan juga terdapat beberapa lampu yang berguna untuk menerangi ruangan perpustakaan, sehingga setiap mahasiswa yang mengunjungi perpustakaan ini akan merasa nyaman dan betah jika berada di dalamnya. Lampu-lampu tersebut tidak semuanya dapat difungsikan karena rusak dan belum ada penggantian. Namun, hal itu tidak merubah penerangan dalam ruangan perpustakaan ini. Untuk menjaga hal buruk yang tidak diinginkan seperti hilangnya buku atau yang lainnya dalam perpustakaan ini disediakan rak tersendiri sebagai tempat tas bagi para pengunjung yang masuk.
Selain itu di dalam perpustakaan ini juga disedikan beberapa komputer yang dapat digunakan oleh mahasiswa untuk mengerjakan tugas atau untuk mencari data yang diinginkan. Computer-komputer tersebut tersusun dengan rapi di sebelah kiri. Kondisi di dalam perpustakaan ini juga sangat bersih. Karena pengunjung yang datang tidak diperbolehkan untuk membawa makanan atau minuman apapun ke dalam ruangan perpustakaan. Buku-buku di dalamnya tertata dengan rapi berdasarkan jenis di rak buku yang telah disediakan. Rak buku pun juga tertata dengan rapi sehingga para pengunjung mudah mencari buku yang ingin dibaca maupun yang ingin dicari.
Dalam perpustakaan ini, lantai disusun secara bertingkat seperti terasiring yang dapat menambah unsur keindahan perpustakaan ini. Selain itu, tujuan pembuatan lantai dengan bentuk terasiring dimaksudkan untuk memudahkan pengunjung dalam membaca atupun menikmati buku-buku yang telah disediakan. Di dalam ruangan perpustakaan sengaja tidak diberikan kursi untuk duduk supaya ruangan perpustakaan tetap terlihat bersih dan luas sehingga cukup untuk menampung mahasiswa yang ingin mengunjunginya.
Jumlah pengunjung di perputakaan jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia tergolong dalam jumlah pengunjung sedang/tidak terlalu ramai, karena jumlah pengunjung di perpustakaan bahasa dan satra Indonesia ini hanya berkisar 60—80 pengunjung. Para pengunjung perpustakaan Bahasa dan Satra Indonesia bukan hanya dari mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia saja, akan tetapi pengunjung juga berasal dari berbagai jurusan yang ada di Universitas Negeri Surabaya ini, seperti pengunjung dari jurusan bahasa inggris, mandarin, dan bahasa daerah. Para pengunjung dari fakultas lain seperti PGSD, teknologi pendidikan, manejemen pendidikan maupun para mahasiswa yang berada di kampus ketintang. Rata – Rata tujuan para pengunjung  perpustakaan bahasa dan sastra Indonesia  untuk mencari referensi maupun sekadar melihat skripsi  dan juga membaca buku ataupun novel  yang ada pada perpustakaan bahasa dan sastra Indonesia, karena koleksi buku yang ada di perpustakaan ini tergolong lengkap.
Para pengunjung dapat menjadi anggota tetap perpustakaan Bahasa dan Sastra Indonesia dengan  syarat–syarat yang telah di tetapkan oleh pustakawan maupun pihak Universitas. Syarat-Syarat tersebut seperti :
1) Foto kopi KTM yang masih berlaku;
2) Pas poto 3x4=2 lembar;
3) Menyumbang 1 buah buku untuk perpustakaan. Buku yang dapat disumbangkan dapat  berupa buku yang berjenis sastra (novel, antologi puisi dan kumpulan cerpen), buku pendidikan maupun buku yang bersifat umum.
Dengan adanya sumbangan dari para anggota perpustakaan Bahasa dan Sastra Indonesia  koleksi buku di perpustakaan tersebut semakin beragam dan menarik. Sehingga hal tersebut dapat menarik para pengunjung dari jurusan lain untuk membaca buku yang ada di perpustakaan Bahasa dan Sastra Indonesia. Selain itu, untuk menjadi anggota perpustakaan Bahasa dan Sastra Indonesia haruslah mahasiswa dari jurusan bahasa dan sastra Indonesia sendiri. Bagi mahasiswa dari jurusan lain maupun fakultas lain tidak berhak menjadi anggota perpustakaan yang memiliki kartu perpustakaan. Apabila para pengunjung dari jurusan ataupun fakultas lain ingin mengopi sebagian buku, perpustakaan Bahasa dan Sastra Indonesia menyediakan foto copy yang langsung dilayani oleh petugas perpustakaan.
Dalam perpustakaan Bahasa dan Sastra Indonesia terdapat beberapa peraturan yang harus ditaati oleh para pengunjung, seperti para pengunjung haruslah meletakkan buku yang telah dibaca pada tempat yang telah disediakan oleh pengurus perpustakaan, pengunjung tidak boleh membawa makanan maupun minuman, membawa tas maupun jaket, membuang/meninggalkan sampah di dalam ruangan perpustakaan, dan pengunjung  juga dilarang merokok. Karena hal tersebut dapat menganggu kenyamanan pengunjung yang lainya.

Selasa, 25 Maret 2014

KELOMPOK 2
  1. Ratna Dwi Lestari                 (122074002)
  2. Lorena Nur Karismawati      (122074014)
  3. Silvia Ega Yanuar R.S          (122074017)
  4. Ayu Wahana Putri                (122074019)
  5. Uzlifatur Rohmah                 (122074213)

Deskripsi Ekspositoris.
Pada dinding bercat cream yang menuansakan kelembutan pada sebuah ruangan kelas. Berjajar sederetan pigora dengan dominan frame berwarna hitam. Berbagai macam ukuran beserta paparan tentang keilmuan. Melukiskan tentang kebahasaan atau kesastraan. Mengontraskan berbagai corak warna yang menambah nuansa lebih berwarna pada ruang kelas perkuliahan. Ditata dengan rapi dengan jarak yang berbeda-beda.Salah satunya memiliki ukuran yang cukup besar, terpasang diantara dua bingkai yang lebih kecil darinya. Pigora ini terletak pada bagian samping dinding kelas ini dan memfilosofikan sebuah tanaman. Warna yang dipancarkan lebih dominan merah dan keoranyean. Seperti warna senja yang akan tenggelam di ufuk barat dunia. Tanpa penggambaran yang abstrak dan hanya menelaah satu fokus gambar saja.Pigora tersebut menggambarkan tentang salah satu bidang ilmu kebahasaan. Gambar dalam pigora itu menyebutkan unsur-unsur cabang ilmu linguistik. Pada tiap sudut gambarnya tertuliskan beberapa kata dan terdapat satu kata besar pada bagian batanganya yaitu kata Morfologi.  Deskripsi ArtistikTerlihat sederet pigora dengan berbagai macam ukuran di salah satu dinding kelas. Pigora yang berukuran besar diantara dua pigora yang lebih kecil itu menggugah perasaanku untuk terus menatapnya. Perpaduan warna didalamnya semakin menambah unsur estetik pigora tersebut.            Pigora tersebut memfilosofikan tentang sebuah tanaman yang menggambarakan salah satu bidang ilmu kebahasaan. Pada batang gambar tersebut terselip beberapa abjad bertuliskan kata MORFOLOGI dan dalam coretan gambar itu seolah-olah menggambarkan tentang kekokohan tanaman tersebut. Sama halnya dengan pentingnya ilmu morfologi dalam ilmu kebahasaan.Selain itu, pada gambar tersebut juga terlihat suatu keanehan yang sangat tajam. Keanehan itu terlihat pada rona putih yang terdapat pada jantung pohon yang terlihat kokoh itu. Ditambah dengan warna orange yang sangat tidak memikat hati. Dalam penggambaran objek tanah terdapat tiga batu hitam yang sama sekali tidak menunjukkan keselarasan antara tanah dan hijaunya tumbuhan itu. Walaupun, kehijauan yang menenangkan hati tidak terdapat pada batang tumbuhan tersebut.           

Senin, 24 Maret 2014

SEDERHANAMU TELADANKU


Binar Bintang Putra Ananta
122074209


Maha besar Allah SWT atas segala kekuasaanya, yang telah memberikanku ketegaran. Terima kasih Ayah, Ibu dan adik-adikku yang menjadi inspirasiku, doaku selalu tercurah pada Ayah, Ibu dan adik-adik.

Sosok sederhana, penuh keteladhanan dan penyayang terlihat dari wajah ayah yang senantiasa menjadi panutan kami. Dua puluh satu tahun aku  berada dalam didikan kasih sayangnya, hingga aku menjadi seperti sekarang ini. Memang aku bukanlah anak yang sempurna, namun beliau adalah yang yang sempurna bagi ku.

Ayah, entah bagaimana aku harus mengungkapan apa yang ku banggakan atas diri ayah. Entah bagaimana aku mengawalinya.

Suatu ketika saat kuingat, aku membutuhkan buku untuk sekolah namun ayah tak dapat memenuhinya, saat aku ingin memiliki mainan yang kusuka, namun ayah berjanji besok, besok dan besok, disaat aku ingin memiliki apa-apa yang belum sempat ayah berikan, aku selalu memberontak, aku tidak menerima, aku selalu protes, mengapa ayah tak dapat memenuhinya. Aku marah, aku kecewa, aku merasa tidak beruntung didunia ini.

Namun, semakin ayah tak mampu memberikan apa yang ku inginkan, disanalah semakin aku mengenal, semakin aku mengerti bahwa aku adalah anak yang beruntung memiliki keluarga dalam didikan ayahku.
Sebuah kisah yang membuatku tersadar, bahwa hidup ini adalah perjuangan, yakni disaat ayah berusianya tua dan sering sakit tetap berjuang mencarikan nafkah untuk keluarga. Disaat ayah berhenti sebagai pegawai swasta, ayah rela menjadi pengumpul kardus bekas hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan meneruskan pendidikan ku dan adik-adik.

Kehidupan kita memang berubah, dari berkecukupan menjadi cukup cukupan. Namun semua bisa dihadapi karena didikan ayah yang kubanggakan.

Demikian pula ibu yang tak kalah berharga bagi kehidupanku, engkau sosok yang menguatkanku ketika aku lemah dalam menyikapi kenyataan, beliau menjadi sosok yang sempurna bagiku.

Masih kuingat saat aku berniat berhenti kuliah karena ingin membantu ibu dan ayah memenuhi kebutuhan dan membantu membiayai sekolah adik-adik, namun ibu dan ayah melarangku. Sambil tersenyum ibu berkata “Kuliahlah, masa depan adik-adikmu ada ditanganmu, kami sudah tua, hanya kamu harapan kami”. Sungguh pengorbanan yang tiada dapat ku balas, kasih sayang seorang ibu yang menegarkanku.

Ayah dan ibu telah mengajarkan kepadaku, bahwa hidup itu secukupnya saja, seadanya, semampunya. Ngerumangsani itulah istilah yang menggambarkan kebesaran jiwa yang diajarkan kepadaku. Ayah, Ibu tak pernah mengajarkan ku untuk berlebih-lebihan. Beliau tidak memberiku bukan karena tidak mau, tapi memang tidak mampu, tidak mampu bukan berarti tak  berkeinginan memberi tapi mengajarkan akan kesederhanaan.

Kini, aku tak akan pernah mempersalahkan jika aku tak mampu membeli buku seperti temanku yang lain, aku tak mempersoalkan jika aku tak memiliki barang-barang sebagaimana temanku, aku tak akan pernah, aku berjanji.
Maafkan aku ayah, maafkan aku ibu, aku yang sering melawanmu, aku yang sering acuh, aku yang sering mengeluh, aku yang belum bisa membahagiakan kalian.

Terima kasih atas semua pengorbanannya, semoga Allah SWT senantiasa memberikan yang terbaik bagi mu ayah, ibu. Semoga ayah dan ibu panjang umur, sehat selalu, dan dimudahkan rejekinya.


Ayah dan ibu membuatku mengerti akan hidup ini, mengerti akan pilihan, mengerti akan kesederhanaan. Bahwa kebahagiaan bukan hanya sekedar kekayaan lahiria. Aku bersyukur dapat berada ditengah-tengah kalian, aku bahagia menjadi bagian hidup dan kesederhanaan kalian.

Teks Deskripsi Ekspositoris dan Artistik

Kelompok 8
Nama         :
1.     Sherly Precllia S.                       (122074006)
2.     Ratri Mia Fitriani                     (122074028)
3.     Rahmah Wahyu S. W. L.          (122074031)
4.     Maulidiyah Riska                    (122074201)
5.     Dian Anggraeni                      (12207420  )

Teks Deskripsi Artistik
Coba tebak apa namaku ?
Aku berada dalam sebuah ruang  yang amat luas. Aku tidak berdiri, tidak tidur, tidak pula menempel, namun aku menggantung pada dinding bagian belakang kelas dengan bantuan paku. Ukuranku yang cukup besar membuatku membutuhkan tempat yang lebih lebar dibandingkan teman-temanku, yaitu 1 m x 1,5 m. Bentuk tubuhku umumnya sama seperti kawan-kawanku, namun aku lebih memiliki nilai seni yang tinggi. Aku memiliki empat sisi yang tiap sisinya berwarna sama, sisi terluar berwarna hitam; sisi tengahku putih; dan sisi terdalam tubuhku berwarna emas.
Banyak warna menempel padaku, bahkan warna-warna yang tercampur dan tidak teratur disulap menjadi sebuah aku yang bernilai tinggi. Dengan warna yang menggoda mata setiap orang yang memandangku. Balutan warna hijau, putih, coklat, merah, kuning, hitam, dan biru yang disulap oleh para sahabat manusiaku menjadi sebuah ornamen yang penuh dengan nilai artistik.
Banyak bentuk yang menempel padaku seperti : pohon, manusia, rumput, batu, bukit, tanah, dll. Aku dibuat oleh orang-orang tertentu yang memang menekuni bidang yang berhubungan denganku.
Setiap orang yang memandangku pasti selalu terpukau melihat keindahanku. Karena aku memang berfungsi sebagai penghias mata dalam sebuah ruangan. Semua orang yang melihatku pasti bahagia karena itu memang tugasku.
Teks Deskripsi Ekspositoris
Coba tebak benda apakah ini ?
          Benda ini berbentuk persegi panjang yang memiliki dua sisi, yaitu panjang dan lebar. Benda ini berbingkai warna hitam dan berpelipitkan warna emas. Benda ini tertempel di dinding yang menghadap ke arah barat. Benda ini berbentuk horizontal.
          Benda ini memiliki beberapa warna yang berdominasikan warna hijau. Benda ini menceritakan sebuah kegiatan seorang lelaki tua yang sedang menarik sesuatu dengan tali. Benda ini menggambarkan pepohonan, rerumputan, dan bebatuan.

Teks Deskripsi






Nama Kelompok 9 :
       1.            Rofiatul Mukarromah                     122074008
      2.            Wardatul Yunita Tikasari              122074024
      3.            Dewi Indra Lestari                           122074203
     4.            Farrasiffah Nabilah Mahdiyani     122074207

EKSPOSITORIS
            Orang ini memiliki badan yang kurus dan cukup tinggi dengan berat badan 49 kg dan tinggi badan  160 cm. Rambutnya pendek dan cukup tebal kira-kira panjangnya sebahu dan berwarna hitam kusam. Tubuhnya kurus tetapi lumayan berisi. Kulitnya berwarna sawo matang. Matanya lebar dengan tatapan yang sayu. Dia memiliki alis mata yang cukup tebal segaris dengan bentuk matanya. Terdapat tahi lalat di atas alis mata sebelah kanan berbentuk lingkaran kecil. Bulu matanya lurus dan cukup panjang. Bentuk wajahnya persegi dengan tulang pipi sedikit menonjol. Meskipun badannya kurus namun suaranya cukup keras hingga satu kelas mendengar jika dia berbicara.
            Wanita ini adalah mahasiswa UNESA jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tahun 2012. Wanita ini biasanya duduk di urutan kedua dari depan sebelah kiri. Tepatnya dia biasa duduk di bagian pojok dan terkadang dia duduk di tengah-tengah. Namun tetap pada urutan kedua dari depan.
            Pakaian yang digunakan waktu kuliah cenderung berwarna gelap seperti merah bata, hitam, dan ungu tua. Dia sering memakai kaos berkerah dengan motif garis-garis. Dia biasanya memakai ukuran baju L. Dia biasanya memakai celana kain yang berwarna gelap namun terkadang memakai celana jeans. Ukuran celana yang dia kenakan antara 29-30. Dia sering memakai sepatu kets berwarna putih dengan motif warna merah. Sedangkan ukuran sepatunya adalah 40.



ARTISTIK
            Dia berbodi kurus dengan tinggi badan sekitar 160 cm dan berat badan yang bisa dibilang standar, yakni sekitar 49 kg. Rambutnya berwarna hitam legam dengan potongan rambut cepak yang merupakan ciri khas darinya. Ia nampak beralis tebal dengan tahi lalat di bagian atas alis kanan. Menambah manis dan elok rupanya saja. Dia bermata sayu dan bulu mata yang lentik bak lambaian daun kelapa. Hidungnya tidak mancung. Lebih terkesan sedikit tenggelam dari wajahnya namun tidak mengurangi elok rupanya. Pipinya tidak tembem tetapi juga tidak tirus. Tulang pipinya terlihat menonjol sehingga menampakkan ketegasan di wajahnya. Jika ditilik dari kulitnya, dia memiliki kulit laksana buah sawo yang matang.
            Wanita ini termasuk orang yang simple dalam berpakaian. Gaya berpakaian yang khas darinya membuat dia gampang dikenali. Pakaian berkerah selalu menjadi ciri khasnya, baik itu kaos maupun hem. Ukuran bajunya pun standarnya orang kebanyakan, yakni L. Dipadukan dengan celana kain berwarna coklat. Tak hanya celana kain, daia juga pernah menggunakan celana jeans. Namun itu terbilang jarang sekali. Sepatu yang digunakan juga bisa menjadi ciri khasnya. Tidak seperti teman-temannya, wanita ini selalu memakai sepatu kets berhias sedikit warna merah. Tidak pernah sekali pun terlihat memakai selain sepatu kets. Ukuran sepatu yang digunakan juga lumayan lebih besar dari ukuran wanita kebanyakan, yakni 40.
            Dia adalah mahasiswa JBSI Unesa kelas PA 2012. Di kelas, dia  memiliki tempat duduk tidak nomaden. Selalu di situ-situ saja. Duduk di deretan kedua dari depan dekat jendela kelas. Menurutnya duduk dekat jendela itu emnyenangkan. Dia bisa lebih mudah menikmati pemandangan yang nampak dari luar kelas. Posisi tempat duduknya itu juga menjadi salah satu ciri khas darinya yang membuatnya mudah diingat oleh orang lain.