Jumat, 04 April 2014

Fakultas Bahasa dan Seni




Nama Kelompok :
        1.                        Wardatul Yunita Tikasari             122074024
        2.                        Puji Astuti                                   122074027
        3.                        Rochma Wahyu S.W.L               122074031
        4.                        Zhanen A’rofah Wakhid               122074210
        5.                        Ayu Faidza Azmi                         122074214

Fakultas Bahasa dan Seni
            Fakultas Bahasa dan Seni merupakan salah satu Fakultas yang dimiliki oleh Universitas Negeri Surabaya. Berdasarkan letak geografis, FBS terletak di perbatasan kota Surabaya dan Gresik tepatnya di Jalan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya dengan kode pos 60213. FBS memiliki letak yang strategis karena FBS terletak diantara kawasan perumahan elit di daerah Citra Land. Selain itu akses transportasi menuju FBS mudah dijangkau dengan menggunakan berbagai macam kendaraan umum seperti lyn G atau lyn JM. Lingkungan sekitar FBS dekat dengan pemukiman warga yang memberikan fasilitas-fasilitas yang menunjang aktivitas mahasiswa. Diantaranya adalah fasilitas penyewaan tempat tinggal (kos-kosan dan kontrakan), tersedia banyak tempat makan yang murah dan sesuai dengan kantong mahasiswa, akses pelayanan internet (warnet) dan tempat fotokopi yang sangat membantu para mahasiswa FBS.
Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) memiliki visi sebagai institusi keilmuan, kependidikan, dan kebudayaan terunggul. FBS juga memiliki empat misi yaitu: (1) menciptakan tradisi ilmiah dengan peningkatan kualitas pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat; (2) mengembangkan relasi humanis antarcivitas akademika yang bersifat dialogal partisipatif dalam ketulusan dan keterbukaan; (3) mengoptimalkan sumber daya kelembagaan dan sumber daya manusia; (4) mempertahankan identitas nasional untuk pengembangan karakter bangsa dan perintisan pusat kebudayaan. Struktur organisasi FBS terdiri dari dekan sebagai pemimpin tertinggi di Fakultas yang saat ini dijabat oleh Prof. Dr. Septia Yuana, M.A. Di bawah jabatan dekan terdapat tiga jabatan pembantu dekan, masing-masing yaitu Dr. Subandi, M.Litt. selaku Pembantu Dekan I (PD I), Dra. Sri Wahyu Widayati, M. Si. selaku Pembantu Dekan II (PD II) dan Drs. Benny Herawanto S, M.Psi. selaku Pembantu Dekan III (PD III). PD I menaungi masing-masing kepala jurusan (Kajur) yang ada di Fakultas bahasa dan Seni. PD II menaungi Kepala bagian Tata Usaha (Kabag TU) yang di dalamnya terdapat Kasubag Kemahasiswaan, Kasubag Kepegawaian dan Keuangan, Kasubag Pendidikan, Kasubag Umum dan Perlengkapan.
Dalam Fakultas Bahasa dan Seni terdapat delapan jurusan, diantaranya S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris, S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Jerman, S-1 Pendidikan Bahasa Jepang, S-1 Pendidikan Bahasa Daerah, S-1 Pendidikan Seni, Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), S1-Pendidikan Seni Rupa dan D-3 Desain Grafik (SRDG) dan yang terakhir S-1 Bahasa Mandarin. Jurusan-jurusan tersebut dibagi dalam beberapa gedung yang berbeda, mulai dari T-1 hingga T-11.
Gedung T-1 ditempati oleh Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah, Pendidikan Bahasa Jepang, Pendidikan Bahasa dan Sastra Jerman. Pendidikan Bahasa Daerah terletak di gedung T-1 lantai 1, di lantai ini disertai fasilitas kamar mandi, ruang dosen dan kantor TU. Pendidikan Bahasa dan Sastra Jerman terletak di gedung T-1 lantai 2, Pendidikan Bahasa dan Sastra Jerman memiliki Koperasi Mahasiswa (Kopma) yang dikelolah oleh mahasiswa itu sendiri. Sedangkan gedung T-1 lantai 3 ditempati oleh Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang, di lantai ini dilengkapi fasilitas kamar mandi, dan ruang dosen.
Gedung T-2 terdiri dari tiga lantai. Lantai satu terdapat beberapa ruang kelas yang biasanya digunakan oleh mahasiswa jurusan Mandarin. Pada lantai ini juga terdapat beberapa fasilitas yang ditawarkan yaitu Laboratorium Mandarin, kamar mandi umum, ruang himpunan mahasiswa jurusan Mandarin dan  gudang penyimpanan barang. Pada lantai dua terdapat ruang kesekretariatan Tata Usaha FBS, Ruang Dekan, Ruang Administrasi, Laboratorium komputer, Ruang Micro Teaching dan kamar mandi khusus dosen. Sedangkan di lantai tiga terdapat Auditorium Prof. Dr. Leo Indra Ardiana yang biasanya ruangan ini digunakan untuk berbagai acara kemahasiswaan seperti seminar, pelatihan, dan lain-lain. Selain itu pada lantai ini disertai fasilitas kamar mandi umum.
Gedung T-3 ditempati oleh Jurusan Seni Rupa dan Desain Grafis (SRDG) yang dilengkapi berbagai fasilitas, diantaranya adalah kamar mandi, koperasi mahasiswa (Kopma), ruang seni patung, ruang seni kriya, dan sebagainya.
Gedung T-4 terdiri dari tiga lantai. Masing-masing lantai dihuni oleh sebagian mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan sebagian lagi dihuni oleh mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris.  Di lantai satu terdapat fasilitas kamar mandi, perpustakaan jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, ruang Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMJBSI), Lab. Bahasa dan Sastra Inggris, dan koperasi mahasiswa yang dikelolah oleh mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Pada lantai dua juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas, diantaranya ruang dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, ruang dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris, kamar mandi dosen, ruang tata usaha, ruang kelas Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA), ruang Kepala Jurusan (Kajur) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, ruang himpunan mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris, Koperasi mahasiswa yang dikelola oleh mahasiswa jurusan Bahasa Inggris, Serta ruang tata usaha masing-masing jurusan. Sedangkan, pada lantai tiga terdapat beberapa ruang kelas yang dihuni oleh sebagian mahasiswa jurusan pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris, selain itu, terdapat studio sastra jurusan Bahasa Indonesia dan Gudang penyimpanan barang.
Gedung T8 terdiri dari tiga lantai. Lantai satu berisi beberapa ruang kelas yang dihuni oleh mahasiswa jurusan Bahasa Inggris, Mandarin, dan Jepang. Selain itu, pada lantai satu disertai fasilitas kamar mandi umum serta gudang penyimpanan barang. Pada lantai dua ditempati oleh mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Pada lantai ini, juga terdapat fasilitas kamar mandi. Lantai tiga dihuni oleh mahasiswa Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Gedung T11 terdiri dari tiga lantai. Lantai satu ditempati oleh program studi (Prodi) Seni, Drama, Tari, Musik (Sendratasik). Dalam gedung Sendratasik terdapat ruang kelas, ruang latihan, dan himpunan mahasiswa prodi Sendratasik. Sedangkan pada lantai dua, terdapat ruang kelas dan auditorium pentas mahasiswa.
Fakultas Bahasa dan Seni dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang menunjang aktivitas mahasiswa FBS antara lain, tempat parkir depan, tempat parkir belakang serta tempat parkir khusus dosen, lapangan futsal yang berada di depan gedung T1, joglo yang biasa digunakan mahasiswa untuk melakukan berbagai aktivitas kemahasiswaan seperti, pameran dan pentas seni, gazebo yang berfungsi sebagai tempat yang biasanya digunakan mahasiswa untuk sekadar mengobrol, nongkrong sambil mengerjakan tugas, Kantin FBS yang di dalamnya terdapat sembilan kios yang menyediakan aneka macam makanan dan minuman, perpustakaan fakultas yang terletak tepat di atas kantin Fakultas Bahasa dan Seni, mushola yang bertingkat dua yang digunakan mahasiswa muslim untuk melakukan ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya.
Di depan gedung T-1 terdapat lapangan futsal. Lapangan ini biasanya digunakan oleh mahasiswa untuk melakukan olahraga baik itu futsal, volly, dan sebagainya. Selain untuk berolahraga dengan kelompoknya sendiri, lapangan ini juga dipergunakan untuk mengadakan pertandingan olahraga tingkat fakultas. Namun terkadang tak hanya mahasiswa Unesa sendiri yang menggunakan lapangan futsal ini, orang-orang di luar Unesa juga sering terlihat bermain sepak bola di situ. Lapangan futsal FBS ini tidak seperti lapangan kebanyakan yang menggunakan rumput. Lapangan ini menggunakan plesteran. Di setiap sisi lapangan terdapat dinding bata kira-kira setinggi 50 cm di tambah kawat besi sebagai pagar.
Di sebelah lapangan futsal FBS terdapat lapangan parkir sepeda motor di bawah dan mobil di atas. Parkir depan FBS cukup besar untuk menampung sepeda motor mahasiswa-mahasiswa Unesa. Terletak persis di depan gedung T-1. Parkir motor ini hanya memiliki satu tempat masuk dan keluar. Pintu masuk parkiran dijaga oleh seorang yang bertugas mengawasi sambil berjaga di posnya. Tempat parkir ini, tidak hanya digunakan sebagai tempat parkir saja. Ketika Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), lapangan ini digunakan untuk mengumpulkan mahasiswa baru guna pengondisian lapangan. Di sisi atas terdapat parkir mobil. Kebanyakan mobil yang di parkir di situ merupakan kendaraan miliki dosen. Tapi mahasiswa, orang-orang kantin atau tamu FBS yang mengendarain mobil juga parkir di situ. Tempat parkir mobil ini tidak seberapa besar karena mayoritas orang-orang Unesa mengendarai sepeda motor. Tidak seperti tempat parkir sepeda motor, tempat parkir mobil ini hanya berkapasitas dua shaf saja.

Rabu, 02 April 2014

PKM
Program Kreativitas Mahasiswa

Nama Kelompok 4 :
1.      Afika Nur Aini                        122074001
2.      Wisnu Adhika Tyas                122074023
3.      Indriani Putri Lestari               122074029
4.      Sony Ady Prastyo                  122074212
5.      M. Yasin Nur Hidayat            122074036

PKM  merupakan salah satu bentuk upaya yang dilakukan Direktorat Peneliian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M), Ditjen Dikti dalam meningkatkan kualitas peserta didik (mahasiswa) di Perguruan Tinggi. Agar kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemapuan Akademis dan atau professional yang dapat menerapkan, mengemabngakn dan menyebarkan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian serta memperkaya Budaya Nasional.
Sejak tahun 2001 kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang selama ini sarat dengan partisipasif dari mahasiswa. Diintegrasikan kedalam satu wahana yang diberi nama Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
PKM dikembangkan untuk mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan teknologi serta keimanan yang tinggi. Dalam rangka mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang cendikiawan, wirausahawan serta berjiwa mandiri dan arif, mahasiwa diberi peluang untuk mengimplementasikan kmampuan keahlian, sikap, dan tanggung jawab. Membangun kerjasama tim maupun mengembangkan kemandirian yang ditawarkan dalam PKM yakni:
1.      PKM-Penelitian (PKM-P);
2.      PKM Penerapan Teknologi (PKM-T);
3.      PKM Kewirausahaan (PKM-K);
4.      PKM Pengabdian kepada Masyarkat (PKM-M);
5.      PKM Penulisan Ilmiah (PKM-I).
PKM di atas memunyai persyaratan yang harus dipenuhi untuk menunjang keberhasilan pengusul. Persyaratan tersebut memiliki kriteria yang berbeda dalam setiap bidangnya, yakni:
1.      PKMP
a.       Inti kegiatan à Karya kreatif dan inovatif dalam penelitian.
b.      Materi kegiatan à Sesuai dengan bidang ilmu dan lintas bidang dianjurkan.
c.       Strata pendidikan à Diploma dan S1
d.      Jumlah anggota à 3—5 orang
e.       Alokasi pendanaan à Biaya maksimal Rp 10.000.000,00
f.       Laporan akhir à Hasil Kerja
g.      Luaran à Artikel, paten
2.      PKMT
a.       Inti kegiatan à Karya kreatif dan inovatf dalam menciptakan karya teknologi,
b.      Materi kegiatan à Sesuai dengan bidang ilmu dan lintas bidang dianjurkan.
c.       Strata pendidikan à Diploma dan S1
d.      Jumlah anggota à 3—5 orang
e.       Alokasi pendanaan à Biaya maksimal Rp 10.000.000,00
f.       Laporan akhir à Hasil Kerja
g.      Luaran à Paten, model desain, piranti lunak, jasa, dan artikel.
3.      PKMK
a.       Inti kegiatan à Karya kreatif dan inovatif dalam membuka peluang usaha.
b.      Materi kegiatan à Sesuai dengan bidang ilmu atau yang relevan.
c.       Strata pendidikan à Diploma dan S1
d.      Jumlah anggota à 3—5 orang
e.       Alokasi pendanaan à Biaya maksimal Rp 10.000.000,00
f.       Laporan akhir à Hasil Kerja
g.      Luaran à Barang dan jasa komersial serta artikel.
4.      PKMM
a.       Inti kegiatan à Karya kreatif dan inovatif dalam membantu masyarakat.
b.      Materi kegiatan à Sesuai dengan bidang ilmu atau yang relevan.
c.       Strata pendidikan à Diploma dan S1
d.      Jumlah anggota à 3—5 orang
e.       Alokasi pendanaan à Biaya maksimal Rp 10.000.000,00
f.       Laporan akhir à Hasil Kerja
g.      Luaran à Jasa, desain, barang, dan artikel.
5.      PKMKC
a.       Inti kegiatan à Karya kreatif dan inovatif dalam IPTEKS.
b.      Materi kegiatan à Sesuai dengan bidang ilmu atau yang relevan.
c.       Strata pendidikan à Diploma dan S1
d.      Jumlah anggota à 3—5 orang
e.       Alokasi pendanaan à Biaya maksimal Rp 10.000.000,00
f.       Laporan akhir à Hasil Kerja
g.      Luaran à Sistem, desain, barang, prototipe, dan artikel.
6.      PKM-AI
a.       Inti kegiatan à Karya kreatif dan inovatif dalam penulisan artikel ilmiah.
b.      Materi kegiatan à Karya kelompok yang telah dilaksanakan.
c.       Strata pendidikan à Diploma dan S1
d.      Jumlah anggota à 3—5 orang
e.       Alokasi pendanaan à Intensif Rp 3.000.000,00
f.       Laporan akhir à Artikel
g.      Luaran à Artikel ilmiah
7.      PKM-GT
a.       Inti kegiatan à Karya tulis dalam penuangan gagasan/ide kreatif.
b.      Materi kegiatan à Karya kelompok.
c.       Strata pendidikan à Diploma dan S1
d.      Jumlah anggota à 3—5 orang
e.       Alokasi pendanaan à Intesif Rp 3.000.000,00
f.       Laporan akhir à Artikel
g.      Luaran à Gagasan kreatif yang tertulis dalam artikel.
Sejak tahun 2009, DP2M mengelola 6 PKM, yakni 5 PKM sebagaimana tersebut diatas, ditambah dengan PKM-Gagasan Tertulis (PKM-GT). PKM-GT sebelumnya bernama Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM). Karena sifatnya yang identik dengan PKM-I, KKTM selanjutnya dikelola bersama-sama dengan PKM-I dalam PKM-KT. Dengan demikian di dalam PKM-KT terkandung 2 program penulisan yakni: PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan PKM Gagasan Terulis (PKM-GT).
PKM-I atau sekarang disebut PKM-AI merupakan artikel hasil kegiatan, tidak lagi ditampilkan dalam PIMNAS, namun dimuarakan pada Jurnal Ilmiah. Sedangkan PKM-GT yang berpeluang didiskusikan di dalam forum terbuka, diposisikan sebagai pengganti PKM-AI di PIMNAS. Namun sejak tahun 2011, jumlah bidang PKM bertambah menjadi 7 dengan terbitnya bidang PKM-KARSACIPTA.
Berikut merupakan uaraian pelaksanaan 7 jenis kegitan PKM yang masing-masing memiliki teknis berbeda, yakni:
1.      PKM-P
Merupakan program penelitian yang bertujuan antara lain: 1) Untuk mengidentifikasi faktor penentu mutu produk; 2) Menemukan hubungan sebab akibat antara dua atau lebih faktor, 3) Menguji cobakan sebuah bentuk atau peralatan; 4) Meumusakn metode pembelajaran; 5) Melakukan inventarisasi sumber daya; 6) Memodifikasi produk eksisting; 7) Mengidentifikasi senyawa kimia di dalam tanaman; 8) Menguji khasiat ekstrak tanaman; 9) Merumuskan teknik pemasaran; 10) Survei kesehatan anak jalanan; 11) Metode pembelajaran aksara Bali di siswa sekolah dasar; 12) Laju pertumbuhan ekonomi di sentra kerajinan Kasongan; 13) Faktor penyebab tahayul yang mewarnai perilaku masyarkat Jawa dan lain-lain kegiatan yang memiliki tujuan semcam itu.
2.      PKM-T
Merupakan program bantuan teknologi (mutu bahan baku, prototipe model, peralatan atau proses produksi, pengolahan limbah, system jaminan mutu dan lain-lain) atau manajemen (pemasaran, pembukuan, status usaha, dan lain-lain) atau lainnya bagi industri berskala mikro atau kecil (industry rumahan, pedagang kecil atau koperasi) dan menengah yang menyangkut kepentingan masyarakat luas dan sesuai dengan kebutuhan calon mitra program. Mitra program yang dimaksud dalam hal ini adalah kelompok masyarakat yang di nilai produktif.
PKMT mewajibkan mahasiswa bertukar pikiran dengan mitra terlebih dahulu, karena produk PKMT merupakan solusi atas persoalan prioritas mitra. Dengan demikian, di dalam usul program harus dilampirkan Surat Pernyataan Kesediaan Bekerjasam dari Mitra pada kertas bermaterai Rp 6.000,00.
3.      PKM-K
Merupakan program penembangan keterampilan mahasiswa dalm berwirausaha dan berorientasi pada profit. Komoditas usaha yang dihasilkan dapat berusaha barang atau jas yang selanjutnya merupakan salah satu modal dasar mahasiswa berwirausaha dan memasuki pasar. Jadi pemeran utama berwirausaha dalam hal ini adalah mahasiswa, bukan masyarakat, ataupaun mitra lainnya.
4.      PKM-M
Merupakan program bantuan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam upaya peningkatan kinerja, membangun keterampilan usaha, penataan dan perbaikan lingkungan, penguatan kelembagaan masyarakat, sosialisasi penggunaan obat secara rasional, pengenalan dan pemahaman aspek hukum adat, upya penyembuhan buta aksara dan lian-lain bagi masyarakat baik formal maupunn non-formal, yang sementara ini dinilai kurang produktif. Diisyaratkan dalam usulan program ini adanya komitmen bekerjasama secara tertulis dari komponen masyarakat yang akan dibantu/menjadi khayalak sasaran.
5.      PKM-KC
Merupakan program penciptaan yang didasari atas karsa dan nalar mahasiswa, bersifat konstruktif, serta menghasilkan suatu system, desain, model/barang atau prototipe, dan sejenisnya. Karya cipta tersebut mungkin belum memberikan nilai kemanfaatan langsung bagi pihak lain.
6.      PKM-AI
Merupakan program penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari suatu kegiatan mahasiswa dalam bidang pendidikan, penelitian atau pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukannya sendiri, misalnya: studi kasus, praktek lapang, KKN, PKM, magang, dan lian-lain.
7.      PKM-GT
Merupakan program penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari idea tau gagasan kelompok mahasiswa. Gagasan yang dituliskan mengacu kepada isu aktual yang ada di masyarakat dan memerlukan solusi hasil karya piker yang cerdas dan realistik.
Dalam upaya mengefesiensikan proses penilaian dan penyediaan reviewer, maka seluruh usulan akan dikelompokan kedalam masing-masing bidang PKM yang dituju (-P, -T, -M, -KC, -KT). Selanjutnya setiap usulan dalam setiap bidang PKM dikelompokkan lagi ke dalam tujuan bidang ilmu, yakni:
1.      Bidang Kesehatan, yang meliputi: Farmasi, Gizi, Kebidanan, Kedokteran, Kedoketran Gigi, Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, dan Psikologi.
2.      Bidang Pertanian, yang meliputi: Kedokteran Hewan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, Pertanian, Peternakan, dan Teknologi Pertanian.
3.      Bidang MIPA, yang meliputi: Astronomi, Biologi, Geografi, Fisika, Kimia, dan Matematika.
4.      Bidang Tenologi dan Rekayasa, yang meliputi: Informatika, Teknik, dan Teknologi Pertanian.
5.      Bidang Sosial dan Ekonomi, yang meliputi: Agrobisnis (Pertanian), Ekonomi, Ilmu Soisal, dan Ilmu Politik.
6.      Bidang Humanira, yang meliputi: Agama, Bahasa, Budaya, Filsafat, Hukum, Sastra, dan Seni.
7.      Bidang Pendidikan, yang meliputi: Program Studi Ilmu Pendidikan di bawah Fakultas Kependidikan.

Untuk bidang ilmu yang lain yang belum termasuk dalam pengelompokan bidang ilmu di atas, pengusul dapat memilih kelompok bidang ilmu yang terdekat. Perlu diketahu bahwa pengelompokan bidang ilmu tesebut tidak ada hubungannya dengan kuota jumlah proposal yang didanai tetapi akan digunakan sebagai salah satu dasar pertimbangan kedekatan bidang reviewer dengan usulan yang akan dievaluasi baik dalam seleksi proposal, pelaksanaan PKM, maupun penjurian PIMNAS.