Selasa, 01 April 2014

KANTIN FBS


Nama Kelompok 4:
1.      Putri Wahyuni                            (12020074005)
2.      Hida Rizkiyatul Ula                   (12020074016)
3.      Uul Rohmatul Hasanah             (12020074012)
4.      Mira Ayu Setya Rini                  (12020074032)
5.      Fierda Kurnia Aditama             (12020074202)


Perguruan tinggi merupakan tempat pendidikan normatif dan akademik. Salah satu bentuk pendidikan normatif adalah perilaku hidup sehat. Perilaku hidup sehat ini dapat ditumbuhkan kepada mahasiswa dalam berbagai cara, di antaranya perilaku memilih makanan yang bergizi dan berguna bagi tubuh. Selain itu, perguruan tinggi memiliki fasilitas pelayanan kantin di perguruan tinggi. Good (1959) dalam bukunya Dictionary of Education mengatakan bahwa: “cafetaria a room or building in which public school pupils or college student select prepared food and serve themselves”. Kantin adalah suatu ruang atau bangunan yang berada di perguruan tinggi yang menyediakan makanan pilihan atau sehat untuk mahasiswa yang dilayani oleh petugas kantin. Secara fisik, kantin mahasiswa hanya berupa ruangan kecil yang berfungsi sebagai penyedia makanan pilihan yang diizinkan oleh pihak perguruan tinggi. Di sanalah peran perguruan tinggi dalam mengatur dan memanajemen kantin sehingga kantin mahasiswa tidak hanya sebatas fisik saja. Keberadaan kantin di perguruan tinggi, tidak hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum mahasiswa semata, namun juga dapat dijadikan sebagai wahana untuk mendidik mahasiswa tentang kesehatan, kebersihan, kejujuran, saling menghargai, disiplin dan nilai-nilai lainnya.
Seperti halnya kantin Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) yang terletak dalam kawasan selingkung FBS, Universitas Negeri Surabaya. Kantin ini berada di antara musala, joglo FBS dan gedung T1 (jurusan Jawa, Jerman, dan Jepang). Letak kantin berada di bawah perpustakaan FBS, sehingga setiap mahasiswa yang akan ke kantin dapat juga mengunjungi perpustakaan tersebut. Kantin FBS menyediakan fasilitas yang disesuaikan dengan kondisi keuangan mahasiswa secara umum. Selain itu, kantin  di FBS juga memiliki peran sebagai sarana interaksi sosial antar mahasiswa yang berkunjung ke kantin. Kantin-kantin yang menyediakan makan, minum dan jajanan di fakultas bahasa dan seni pun jenisnya beragam, diantaranya:
Kantin Pak Jumari yang bernama “Kantinku” menjual nasi campur dan soto ayam, harganya cukup terjangkau yakni Rp7.000,00 satu porsinya, sedangkan untuk minuman harganya beragam, kebanyakan minum-minuman sachet hingga jus buah dan harganya beragam mulai dari Rp1.500,00—Rp5.000,00. Omset yang didapatkan perharinya tidak dapat diprediksi, terkadang kantin ini ramai dan juga sepi, namun dari hari-hari aktif perkuliahan hari senin dan jumatlah merupakan hari yang paling sepi, mungkin karena di hari tersebut banyak mahasiswa yang belum berkuliah full ketika hari senin, dan pada hari jumat biasanya perkuliahan hanya sampai pukul 10.30 WIB.
Berikutnya adalah kantin yang mempunyai nama “angry bird” nama kantin ini cukup unik yang diambil dari nama game yang baru-baru ini tengah naik daun, kantin ini dikelolah oleh bu Kiki, berbeda dengan kantinnya pak Jumari, kantin Bu Kiki menjual  makanan berupa pecel, sop, campur dan nasi goreng, yang jika pembeli menginginkan menggunakan lauk telor maka satu piring cukup hanya dengan Rp6.000 saja, sedangkan jika pelanggan memilih lauk ayam maka cukup dengan menambahkan seribu rupiah yang berarti harganya adalah Rp7.000 satu porsi, sedangkan untuk minuman tak jauh berbeda dengan kantin milik Pak Jumari, yakni menyediakan minuman sachet yakni berkisar pada harga Rp 1.000—Rp3.000, untuk hari sepi sendiri pada kantin angry bird ini pula mempunyai hari sepi yang sama dengan hari sepi yang dirasakan oleh kantin milik Pak Jumari, yakni pada hari Senin dan jumat. Namun kantin ini termasuk kantin baru disebabkan baru-baru ini saja berjualan di samping kantin milik pak Jumari
Selanjutnya adalah kantin Moro Lego 354 yang dikelolah oleh bu slamet atau yang akrab dipanggil bu titin, di kantin ini pembeli dapat memesan makanan berupa pecel, sop, lodeh dan nasi goreng, seperti halnya kantin milik bu Kiki jika lauk telor seharga Rp6000,00 sedangakan untuk lauk ayam seharga Rp7.000 sedangkan untuk minuman, selain menyediakan minuman sachet, di kantin milik bu Slamet ini juga menyediakan teh dan kopi yang diberi harga antara Rp1.000,00—Rp 3.000,00 seperti halnya kantin-kantin yang lain hari senin dan Jumat merupakan hari sepi dibandingkan hari-hari yan lain saat kuliah masuk, penghasilannya pun tidak menentu, bergantung perkuliahan dan tentunya banyaknya mahasiswa yang mau mampir ke kantin yang terletak di fakultas bahasa dan seni
Ada lagi yakni kantin “om dan tante” nama kantin ini cukup sederhana dan tentunya menunjukkan jika yang berjualan adalah sepasang suami istri yang mungkin biasanya di panggil om dan tante oleh para mahasiswa, kantin ini menyediakan nasi campur, pecel, rawon dan nasi goreng, harganya tak jauh berbeda dengan kantin lainnya, yakni Rp6.000,00 dan  Rp7.000,00 yang telah menjadi harga kesepakatan di kantin, begitu pula dengan minuman, yakni minuman sachet dan jus buah, namun minuman yang paling di gemari adalah jus buah oleh mahasiswa, mungkin karena harganya yang relatif murah jus buah juga lebih aman untuk di konsumsi sehingga kantin ini tetap eksis dalam menjual jus yang tentunya banyak memberikan manfaat bbagi konsumen dan keuntungan bagi pemilik kantin
“Kantin Mie Ayam Kla-10 (Klaten)” ini adalah satu-satunya yang menjual mie ayam di kantin FBS Unesa. Hal ini menjadi daya tarik utama bagi para konsumen penggemar mie. Mereka yang memburu mie ayam di kantin milik Pak Dino ini harus merogoh kantong sebanyak  Rp6.500,00 per porsinya. Selain mie ayam, es teh dan minuman sachet nutrisari juga dijual di kantin ini sebagai menu minuman dengan harga yang terjangkau, yaitu Rp1.500,00 untuk es teh dan Rp2.000,00 untuk ‘nutrisari’. Kantin ini buka pada hari-hari aktif berkuliah, yaitu hari Senin s.d. Jumat. Pada hari Senin, Selasa, dan Rabu, kantin mie ayam Pak Dino ini ramai dikunjungi para mahasiswa. Sedangkan pada hari-hari menjelang liburan, yaitu hari Kamis dan Jumat, para pengunjung mie ayam ini agak sepi dari biasanya. Setiap tahunnya, Pak Dino harus membayar Rp5.500.000,00 untuk uang sewa tempat. Selain itu, beliau juga mempersiapkan mie sebanyak 10 kg setiap harinya. Untuk omset yang diperoleh Pak Dino tidak bisa ditentukan. Hal ini disebabkan oleh ketidakpastian ramai atau sepinya pengunjung mie ayam ini setiap harinya.
Pemilik kantin “Kantin Bu Gono” adalah Ibu Margono. Ibu Margono tertarik menggunakan namanya sendiri sebagai nama kantin yang dimilkinya. Kantin ini menghidangkan berbagai macam makanan khas rumah. Seperti nasi campur, nasi rawon, sayur sop, nasi pecel, nasi goreng, dan sego sambel atau yang biasa disebut dengan penyetan. Harga yang ditawarkan sangat terjangkau dan cocok untuk kantong mahasiswa. Cukup dengan harga Rp6000,00 untuk lauk telur dan Rp7.000,00 untuk lauk ayam. Selain itu, kantin Bu Gono ini juga menyediakan minuman sachet, es teh, kopi racik, kopi susu, dan wedang jahe. Harga minuman disini berkisar antara Rp1.000,00 s.d. Rp5.000,00. Bu Gono tidak bisa memberi tahu berapa omset yang beliau peroleh. Karena menurut Bu Gono, omset yang diterimanya bersifat rahasia dan hanya orang-orang tertentu saja yang boleh mengetahuinya. Untuk uang sewa tempat, Bu Gono harus membayar Rp5.500.000,00 per tahunnnya. Sama dengan kantin-kantin yang lain, kantin Bu Margono juga buka pada hari Senin s.d. Jumat.
“Kantin Dharmawanita” milik Pak Hari dan Bu Nanik ini juga menjual makanan rumahan seperti pecel, rawon, kare, dan sayur bening. Harga makanan juga sama dengan yang lainnya, yaitu Rp6.000,00 untuk lauk telur, Rp7.000,00 untuk lauk ayam, dan Rp 5.000,00 untuk tempe botok. Kecuali nasi rawon, Kedua suami istri ini mematok harga Rp 7.500 satu porsinya. Mereka juga menjual minuman sachet dan es teh dengan harga mulai Rp1.000,00 s.d. Rp2.000,00. Kantin ini selalu buka pada hari Senin s.d. Jumat seperti kantin-kantin lainnya. Omset yang didapatkan juga tidak dapat dipastikan karena selalu berubah tiap harinya.
“Kantin Bu Hadi” juga tidak mau kalah dengan kantin lainnya walaupun menu yang ditawarkan mirip dengan kantin lain yang menyediakan masakan khas rumahan. Bu hadi menjual nasi campur, pecel, loeh, dan kare. Bu Hadi, pemilik kantin ini memberikan harga yang berbeda dan cukup murah daripada kantin masakan khas rumahan lainnya yaitu Rp5.000,00 untuk lauk telur dan Rp6.000,00 untuk lauk ayam. Hal ini dilakukan Bu Hadi untuk menarik perhatian mahasiswa dengan makanan rumahan yang enak tapi murah. Sewa tempat ini hanya Rp5.500.000,00 per tahunnya karena tempatnya kurang strategis dan jauh dengan mahasiswa. Sehingga omset yang diperoleh Bu Hadi tiap harinya menurun.
“Kantin Bakso-Soto” yang terletak di kantin paling pojok sebelah Barat ini dimiliki oleh Bu Jasmin. Harga yang ditawarkan juga terjangkau, yaitu Rp6.000,00 untuk bakso per porsinya dan Rp7.000,00 untuk soto per porsinya. Selain itu, kantin ini juga menyediakan minuman sachet, es teh, es kopyor, dan kopi dengan harga Rp1.000,00 s.d. Rp1.500,00. Kantin milik Bu Jasmin ini selalu buka pada hari Senin-Jumat. Sedangkan omset yang diperoleh Ibu Jasmin tidak dapat diipastikan karena bergantung pada ramai tidaknya mahasiswa yang datang untuk membeli makanan di sini.
Dilihat dari tujuannya, kantin dapat berfungsi untuk membantu pertumbuhan dan kesehatan mahasiswa dengan jalan menyediakan makanan yang sehat, bergizi, dan praktis; mendorong mahasiswa untuk memilih makanan yang cukup dan seimbang; untuk memberikan pelajaran sosial kepada mahasiswa; mengajarkan ilmu gizi secara nyata; mengajarkan penggunaan tata krama yang benar dan sesuai dengan yang berlaku di masyarakat; dan sebagai tempat untuk berdiskusi tentang perkuliahan, dan tempat menunggu apabila ada jam kosong. Oleh sebab itu, kantin memiliki peran dan fungsi cukup besar bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni.

0 komentar:

Posting Komentar