Nama Kelompok 4:
1. Putri Wahyuni (12020074005)
2. Hida Rizkiyatul Ula (12020074016)
3. Uul Rohmatul Hasanah (12020074012)
4. Mira Ayu Setya Rini (12020074032)
5. Fierda Kurnia Aditama (12020074202)
Perguruan tinggi merupakan tempat pendidikan
normatif dan akademik. Salah satu bentuk pendidikan normatif adalah perilaku
hidup sehat. Perilaku hidup sehat ini dapat ditumbuhkan kepada mahasiswa dalam
berbagai cara, di antaranya perilaku memilih makanan yang bergizi dan berguna
bagi tubuh. Selain itu, perguruan tinggi memiliki fasilitas pelayanan kantin di
perguruan tinggi. Good (1959) dalam bukunya Dictionary of Education
mengatakan bahwa: “cafetaria a room or building in which public school
pupils or college student select prepared food and serve themselves”. Kantin
adalah suatu ruang atau bangunan yang berada di perguruan tinggi yang
menyediakan makanan pilihan atau sehat untuk mahasiswa yang dilayani oleh
petugas kantin. Secara fisik, kantin mahasiswa hanya berupa ruangan kecil yang
berfungsi sebagai penyedia makanan pilihan yang diizinkan oleh pihak perguruan
tinggi. Di sanalah peran perguruan tinggi dalam mengatur dan memanajemen kantin
sehingga kantin mahasiswa tidak hanya sebatas fisik saja. Keberadaan kantin di
perguruan tinggi, tidak hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum
mahasiswa semata, namun juga dapat dijadikan sebagai wahana untuk mendidik mahasiswa
tentang kesehatan, kebersihan, kejujuran, saling menghargai, disiplin dan
nilai-nilai lainnya.
Seperti halnya kantin Fakultas
Bahasa dan Seni (FBS) yang terletak dalam kawasan selingkung FBS, Universitas
Negeri Surabaya. Kantin ini berada di antara musala, joglo FBS dan gedung T1
(jurusan Jawa, Jerman, dan Jepang). Letak kantin berada di bawah perpustakaan
FBS, sehingga setiap mahasiswa yang akan ke kantin dapat juga mengunjungi perpustakaan
tersebut. Kantin FBS menyediakan fasilitas yang disesuaikan dengan kondisi
keuangan mahasiswa secara umum. Selain itu, kantin di FBS juga memiliki peran sebagai sarana
interaksi sosial antar mahasiswa yang berkunjung ke kantin. Kantin-kantin yang
menyediakan makan, minum dan jajanan di
fakultas bahasa dan seni pun jenisnya beragam, diantaranya:
Kantin Pak Jumari yang
bernama “Kantinku” menjual nasi campur dan soto ayam, harganya cukup terjangkau yakni Rp7.000,00 satu porsinya,
sedangkan untuk minuman harganya beragam, kebanyakan minum-minuman sachet hingga jus buah dan harganya beragam mulai dari Rp1.500,00—Rp5.000,00. Omset yang didapatkan perharinya tidak dapat
diprediksi, terkadang kantin ini ramai dan juga sepi, namun dari hari-hari
aktif perkuliahan hari senin dan jumatlah merupakan hari yang paling sepi,
mungkin karena di hari tersebut banyak mahasiswa yang belum berkuliah full ketika hari senin, dan pada hari
jumat biasanya perkuliahan hanya sampai pukul 10.30 WIB.
Berikutnya adalah kantin
yang mempunyai nama “angry bird” nama
kantin ini cukup unik yang diambil dari nama game yang baru-baru ini tengah naik daun, kantin ini dikelolah oleh
bu Kiki, berbeda dengan kantinnya pak Jumari, kantin Bu Kiki menjual makanan berupa pecel, sop, campur dan nasi
goreng, yang jika pembeli menginginkan menggunakan lauk telor maka satu piring cukup hanya dengan Rp6.000 saja, sedangkan
jika pelanggan memilih lauk ayam maka cukup dengan menambahkan seribu rupiah yang berarti harganya adalah Rp7.000 satu porsi,
sedangkan untuk minuman tak jauh berbeda dengan kantin milik Pak Jumari, yakni
menyediakan minuman sachet yakni berkisar pada harga Rp 1.000—Rp3.000, untuk hari sepi
sendiri pada kantin angry bird ini
pula mempunyai hari sepi yang sama dengan hari sepi yang dirasakan oleh kantin
milik Pak Jumari, yakni pada hari Senin dan jumat. Namun kantin ini termasuk
kantin baru disebabkan baru-baru ini saja berjualan di samping kantin milik pak
Jumari
Selanjutnya adalah kantin
Moro Lego 354 yang dikelolah oleh bu slamet atau yang akrab dipanggil bu titin,
di kantin ini pembeli dapat memesan makanan berupa pecel, sop, lodeh dan nasi goreng,
seperti halnya kantin milik bu Kiki jika lauk telor seharga Rp6000,00
sedangakan untuk lauk ayam seharga Rp7.000 sedangkan untuk
minuman, selain menyediakan minuman sachet,
di kantin milik bu Slamet ini juga menyediakan teh dan kopi yang diberi harga
antara Rp1.000,00—Rp 3.000,00 seperti halnya kantin-kantin yang
lain hari senin dan Jumat merupakan hari sepi dibandingkan hari-hari yan lain
saat kuliah masuk, penghasilannya pun tidak menentu, bergantung perkuliahan dan
tentunya banyaknya mahasiswa yang mau mampir ke kantin yang terletak di
fakultas bahasa dan seni
Ada lagi yakni kantin “om
dan tante” nama kantin ini cukup sederhana dan tentunya menunjukkan jika yang
berjualan adalah sepasang suami istri yang mungkin biasanya di panggil om dan
tante oleh para mahasiswa, kantin ini menyediakan nasi campur, pecel, rawon dan
nasi goreng, harganya tak jauh berbeda dengan kantin lainnya, yakni Rp6.000,00
dan Rp7.000,00 yang telah menjadi harga
kesepakatan di kantin, begitu pula dengan minuman, yakni minuman sachet dan jus buah, namun minuman yang
paling di gemari adalah jus buah oleh mahasiswa, mungkin karena harganya yang
relatif murah jus buah juga lebih aman untuk di konsumsi sehingga kantin ini
tetap eksis dalam menjual jus yang tentunya banyak memberikan manfaat bbagi
konsumen dan keuntungan bagi pemilik kantin
“Kantin Mie Ayam Kla-10 (Klaten)” ini adalah satu-satunya
yang menjual mie ayam di kantin FBS Unesa. Hal ini menjadi daya tarik utama
bagi para konsumen penggemar mie. Mereka yang memburu mie ayam di kantin milik
Pak Dino ini harus merogoh kantong sebanyak Rp6.500,00 per porsinya. Selain mie ayam, es
teh dan minuman sachet nutrisari juga
dijual di kantin ini sebagai menu minuman dengan harga yang terjangkau, yaitu Rp1.500,00
untuk es teh dan Rp2.000,00 untuk ‘nutrisari’. Kantin ini buka pada hari-hari
aktif berkuliah, yaitu hari Senin s.d. Jumat. Pada hari Senin, Selasa, dan
Rabu, kantin mie ayam Pak Dino ini ramai dikunjungi para mahasiswa. Sedangkan
pada hari-hari menjelang liburan, yaitu hari Kamis dan Jumat, para pengunjung
mie ayam ini agak sepi dari biasanya. Setiap tahunnya, Pak Dino harus membayar Rp5.500.000,00
untuk uang sewa tempat. Selain itu, beliau juga mempersiapkan mie sebanyak 10
kg setiap harinya. Untuk omset yang diperoleh Pak Dino tidak bisa ditentukan.
Hal ini disebabkan oleh ketidakpastian ramai atau sepinya pengunjung mie ayam
ini setiap harinya.
Pemilik kantin “Kantin Bu Gono” adalah Ibu Margono. Ibu
Margono tertarik menggunakan namanya sendiri sebagai nama kantin yang
dimilkinya. Kantin ini menghidangkan berbagai macam makanan khas rumah. Seperti
nasi campur, nasi rawon, sayur sop, nasi pecel, nasi goreng, dan sego sambel atau
yang biasa disebut dengan penyetan. Harga yang ditawarkan sangat terjangkau dan
cocok untuk kantong mahasiswa. Cukup dengan harga Rp6000,00 untuk lauk telur
dan Rp7.000,00 untuk lauk ayam. Selain itu, kantin Bu Gono ini juga menyediakan
minuman sachet, es teh, kopi racik,
kopi susu, dan wedang jahe. Harga minuman disini berkisar antara Rp1.000,00
s.d. Rp5.000,00. Bu Gono tidak bisa memberi tahu berapa omset yang beliau
peroleh. Karena menurut Bu Gono, omset yang diterimanya bersifat rahasia dan
hanya orang-orang tertentu saja yang boleh mengetahuinya. Untuk uang sewa tempat,
Bu Gono harus membayar Rp5.500.000,00 per tahunnnya. Sama dengan kantin-kantin
yang lain, kantin Bu Margono juga buka pada hari Senin s.d. Jumat.
“Kantin Dharmawanita” milik Pak Hari dan Bu Nanik ini
juga menjual makanan rumahan seperti pecel, rawon, kare, dan sayur bening.
Harga makanan juga sama dengan yang lainnya, yaitu Rp6.000,00 untuk lauk telur,
Rp7.000,00 untuk lauk ayam, dan Rp 5.000,00 untuk tempe botok. Kecuali nasi
rawon, Kedua suami istri ini mematok harga Rp 7.500 satu porsinya. Mereka juga
menjual minuman sachet dan es teh
dengan harga mulai Rp1.000,00 s.d. Rp2.000,00. Kantin ini selalu buka pada hari
Senin s.d. Jumat seperti kantin-kantin lainnya. Omset yang didapatkan juga
tidak dapat dipastikan karena selalu berubah tiap harinya.
“Kantin Bu Hadi” juga tidak mau kalah dengan kantin
lainnya walaupun menu yang ditawarkan mirip dengan kantin lain yang menyediakan
masakan khas rumahan. Bu hadi menjual nasi campur, pecel, loeh, dan kare. Bu
Hadi, pemilik kantin ini memberikan harga yang berbeda dan cukup murah daripada
kantin masakan khas rumahan lainnya yaitu Rp5.000,00 untuk lauk telur dan Rp6.000,00
untuk lauk ayam. Hal ini dilakukan Bu Hadi untuk menarik perhatian mahasiswa
dengan makanan rumahan yang enak tapi murah. Sewa tempat ini hanya Rp5.500.000,00
per tahunnya karena tempatnya kurang strategis dan jauh dengan mahasiswa.
Sehingga omset yang diperoleh Bu Hadi tiap harinya menurun.
“Kantin Bakso-Soto” yang terletak di kantin paling pojok
sebelah Barat ini dimiliki oleh Bu Jasmin. Harga yang ditawarkan juga
terjangkau, yaitu Rp6.000,00 untuk bakso per porsinya dan Rp7.000,00 untuk soto
per porsinya. Selain itu, kantin ini juga menyediakan minuman sachet, es teh, es kopyor, dan kopi
dengan harga Rp1.000,00 s.d. Rp1.500,00. Kantin milik Bu Jasmin ini selalu buka
pada hari Senin-Jumat. Sedangkan omset yang diperoleh Ibu Jasmin tidak dapat
diipastikan karena bergantung pada ramai tidaknya mahasiswa yang datang untuk
membeli makanan di sini.
Dilihat dari tujuannya, kantin dapat berfungsi untuk membantu
pertumbuhan dan kesehatan mahasiswa dengan jalan menyediakan makanan yang
sehat, bergizi, dan praktis; mendorong mahasiswa untuk memilih
makanan yang cukup dan seimbang; untuk memberikan pelajaran sosial kepada mahasiswa;
mengajarkan ilmu gizi secara nyata; mengajarkan penggunaan tata krama yang
benar dan sesuai dengan yang berlaku di masyarakat; dan sebagai tempat
untuk berdiskusi tentang perkuliahan, dan tempat menunggu apabila ada jam
kosong. Oleh sebab itu, kantin memiliki peran dan fungsi cukup besar bagi
mahasiswa, khususnya mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni.
0 komentar:
Posting Komentar