Selasa, 01 April 2014

KANTIN FBS


Nama Kelompok 4:
1.      Putri Wahyuni                            (12020074005)
2.      Hida Rizkiyatul Ula                   (12020074016)
3.      Uul Rohmatul Hasanah             (12020074012)
4.      Mira Ayu Setya Rini                  (12020074032)
5.      Fierda Kurnia Aditama             (12020074202)


Perguruan tinggi merupakan tempat pendidikan normatif dan akademik. Salah satu bentuk pendidikan normatif adalah perilaku hidup sehat. Perilaku hidup sehat ini dapat ditumbuhkan kepada mahasiswa dalam berbagai cara, di antaranya perilaku memilih makanan yang bergizi dan berguna bagi tubuh. Selain itu, perguruan tinggi memiliki fasilitas pelayanan kantin di perguruan tinggi. Good (1959) dalam bukunya Dictionary of Education mengatakan bahwa: “cafetaria a room or building in which public school pupils or college student select prepared food and serve themselves”. Kantin adalah suatu ruang atau bangunan yang berada di perguruan tinggi yang menyediakan makanan pilihan atau sehat untuk mahasiswa yang dilayani oleh petugas kantin. Secara fisik, kantin mahasiswa hanya berupa ruangan kecil yang berfungsi sebagai penyedia makanan pilihan yang diizinkan oleh pihak perguruan tinggi. Di sanalah peran perguruan tinggi dalam mengatur dan memanajemen kantin sehingga kantin mahasiswa tidak hanya sebatas fisik saja. Keberadaan kantin di perguruan tinggi, tidak hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum mahasiswa semata, namun juga dapat dijadikan sebagai wahana untuk mendidik mahasiswa tentang kesehatan, kebersihan, kejujuran, saling menghargai, disiplin dan nilai-nilai lainnya.
Seperti halnya kantin Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) yang terletak dalam kawasan selingkung FBS, Universitas Negeri Surabaya. Kantin ini berada di antara musala, joglo FBS dan gedung T1 (jurusan Jawa, Jerman, dan Jepang). Letak kantin berada di bawah perpustakaan FBS, sehingga setiap mahasiswa yang akan ke kantin dapat juga mengunjungi perpustakaan tersebut. Kantin FBS menyediakan fasilitas yang disesuaikan dengan kondisi keuangan mahasiswa secara umum. Selain itu, kantin  di FBS juga memiliki peran sebagai sarana interaksi sosial antar mahasiswa yang berkunjung ke kantin. Kantin-kantin yang menyediakan makan, minum dan jajanan di fakultas bahasa dan seni pun jenisnya beragam, diantaranya:
Kantin Pak Jumari yang bernama “Kantinku” menjual nasi campur dan soto ayam, harganya cukup terjangkau yakni Rp7.000,00 satu porsinya, sedangkan untuk minuman harganya beragam, kebanyakan minum-minuman sachet hingga jus buah dan harganya beragam mulai dari Rp1.500,00—Rp5.000,00. Omset yang didapatkan perharinya tidak dapat diprediksi, terkadang kantin ini ramai dan juga sepi, namun dari hari-hari aktif perkuliahan hari senin dan jumatlah merupakan hari yang paling sepi, mungkin karena di hari tersebut banyak mahasiswa yang belum berkuliah full ketika hari senin, dan pada hari jumat biasanya perkuliahan hanya sampai pukul 10.30 WIB.
Berikutnya adalah kantin yang mempunyai nama “angry bird” nama kantin ini cukup unik yang diambil dari nama game yang baru-baru ini tengah naik daun, kantin ini dikelolah oleh bu Kiki, berbeda dengan kantinnya pak Jumari, kantin Bu Kiki menjual  makanan berupa pecel, sop, campur dan nasi goreng, yang jika pembeli menginginkan menggunakan lauk telor maka satu piring cukup hanya dengan Rp6.000 saja, sedangkan jika pelanggan memilih lauk ayam maka cukup dengan menambahkan seribu rupiah yang berarti harganya adalah Rp7.000 satu porsi, sedangkan untuk minuman tak jauh berbeda dengan kantin milik Pak Jumari, yakni menyediakan minuman sachet yakni berkisar pada harga Rp 1.000—Rp3.000, untuk hari sepi sendiri pada kantin angry bird ini pula mempunyai hari sepi yang sama dengan hari sepi yang dirasakan oleh kantin milik Pak Jumari, yakni pada hari Senin dan jumat. Namun kantin ini termasuk kantin baru disebabkan baru-baru ini saja berjualan di samping kantin milik pak Jumari
Selanjutnya adalah kantin Moro Lego 354 yang dikelolah oleh bu slamet atau yang akrab dipanggil bu titin, di kantin ini pembeli dapat memesan makanan berupa pecel, sop, lodeh dan nasi goreng, seperti halnya kantin milik bu Kiki jika lauk telor seharga Rp6000,00 sedangakan untuk lauk ayam seharga Rp7.000 sedangkan untuk minuman, selain menyediakan minuman sachet, di kantin milik bu Slamet ini juga menyediakan teh dan kopi yang diberi harga antara Rp1.000,00—Rp 3.000,00 seperti halnya kantin-kantin yang lain hari senin dan Jumat merupakan hari sepi dibandingkan hari-hari yan lain saat kuliah masuk, penghasilannya pun tidak menentu, bergantung perkuliahan dan tentunya banyaknya mahasiswa yang mau mampir ke kantin yang terletak di fakultas bahasa dan seni
Ada lagi yakni kantin “om dan tante” nama kantin ini cukup sederhana dan tentunya menunjukkan jika yang berjualan adalah sepasang suami istri yang mungkin biasanya di panggil om dan tante oleh para mahasiswa, kantin ini menyediakan nasi campur, pecel, rawon dan nasi goreng, harganya tak jauh berbeda dengan kantin lainnya, yakni Rp6.000,00 dan  Rp7.000,00 yang telah menjadi harga kesepakatan di kantin, begitu pula dengan minuman, yakni minuman sachet dan jus buah, namun minuman yang paling di gemari adalah jus buah oleh mahasiswa, mungkin karena harganya yang relatif murah jus buah juga lebih aman untuk di konsumsi sehingga kantin ini tetap eksis dalam menjual jus yang tentunya banyak memberikan manfaat bbagi konsumen dan keuntungan bagi pemilik kantin
“Kantin Mie Ayam Kla-10 (Klaten)” ini adalah satu-satunya yang menjual mie ayam di kantin FBS Unesa. Hal ini menjadi daya tarik utama bagi para konsumen penggemar mie. Mereka yang memburu mie ayam di kantin milik Pak Dino ini harus merogoh kantong sebanyak  Rp6.500,00 per porsinya. Selain mie ayam, es teh dan minuman sachet nutrisari juga dijual di kantin ini sebagai menu minuman dengan harga yang terjangkau, yaitu Rp1.500,00 untuk es teh dan Rp2.000,00 untuk ‘nutrisari’. Kantin ini buka pada hari-hari aktif berkuliah, yaitu hari Senin s.d. Jumat. Pada hari Senin, Selasa, dan Rabu, kantin mie ayam Pak Dino ini ramai dikunjungi para mahasiswa. Sedangkan pada hari-hari menjelang liburan, yaitu hari Kamis dan Jumat, para pengunjung mie ayam ini agak sepi dari biasanya. Setiap tahunnya, Pak Dino harus membayar Rp5.500.000,00 untuk uang sewa tempat. Selain itu, beliau juga mempersiapkan mie sebanyak 10 kg setiap harinya. Untuk omset yang diperoleh Pak Dino tidak bisa ditentukan. Hal ini disebabkan oleh ketidakpastian ramai atau sepinya pengunjung mie ayam ini setiap harinya.
Pemilik kantin “Kantin Bu Gono” adalah Ibu Margono. Ibu Margono tertarik menggunakan namanya sendiri sebagai nama kantin yang dimilkinya. Kantin ini menghidangkan berbagai macam makanan khas rumah. Seperti nasi campur, nasi rawon, sayur sop, nasi pecel, nasi goreng, dan sego sambel atau yang biasa disebut dengan penyetan. Harga yang ditawarkan sangat terjangkau dan cocok untuk kantong mahasiswa. Cukup dengan harga Rp6000,00 untuk lauk telur dan Rp7.000,00 untuk lauk ayam. Selain itu, kantin Bu Gono ini juga menyediakan minuman sachet, es teh, kopi racik, kopi susu, dan wedang jahe. Harga minuman disini berkisar antara Rp1.000,00 s.d. Rp5.000,00. Bu Gono tidak bisa memberi tahu berapa omset yang beliau peroleh. Karena menurut Bu Gono, omset yang diterimanya bersifat rahasia dan hanya orang-orang tertentu saja yang boleh mengetahuinya. Untuk uang sewa tempat, Bu Gono harus membayar Rp5.500.000,00 per tahunnnya. Sama dengan kantin-kantin yang lain, kantin Bu Margono juga buka pada hari Senin s.d. Jumat.
“Kantin Dharmawanita” milik Pak Hari dan Bu Nanik ini juga menjual makanan rumahan seperti pecel, rawon, kare, dan sayur bening. Harga makanan juga sama dengan yang lainnya, yaitu Rp6.000,00 untuk lauk telur, Rp7.000,00 untuk lauk ayam, dan Rp 5.000,00 untuk tempe botok. Kecuali nasi rawon, Kedua suami istri ini mematok harga Rp 7.500 satu porsinya. Mereka juga menjual minuman sachet dan es teh dengan harga mulai Rp1.000,00 s.d. Rp2.000,00. Kantin ini selalu buka pada hari Senin s.d. Jumat seperti kantin-kantin lainnya. Omset yang didapatkan juga tidak dapat dipastikan karena selalu berubah tiap harinya.
“Kantin Bu Hadi” juga tidak mau kalah dengan kantin lainnya walaupun menu yang ditawarkan mirip dengan kantin lain yang menyediakan masakan khas rumahan. Bu hadi menjual nasi campur, pecel, loeh, dan kare. Bu Hadi, pemilik kantin ini memberikan harga yang berbeda dan cukup murah daripada kantin masakan khas rumahan lainnya yaitu Rp5.000,00 untuk lauk telur dan Rp6.000,00 untuk lauk ayam. Hal ini dilakukan Bu Hadi untuk menarik perhatian mahasiswa dengan makanan rumahan yang enak tapi murah. Sewa tempat ini hanya Rp5.500.000,00 per tahunnya karena tempatnya kurang strategis dan jauh dengan mahasiswa. Sehingga omset yang diperoleh Bu Hadi tiap harinya menurun.
“Kantin Bakso-Soto” yang terletak di kantin paling pojok sebelah Barat ini dimiliki oleh Bu Jasmin. Harga yang ditawarkan juga terjangkau, yaitu Rp6.000,00 untuk bakso per porsinya dan Rp7.000,00 untuk soto per porsinya. Selain itu, kantin ini juga menyediakan minuman sachet, es teh, es kopyor, dan kopi dengan harga Rp1.000,00 s.d. Rp1.500,00. Kantin milik Bu Jasmin ini selalu buka pada hari Senin-Jumat. Sedangkan omset yang diperoleh Ibu Jasmin tidak dapat diipastikan karena bergantung pada ramai tidaknya mahasiswa yang datang untuk membeli makanan di sini.
Dilihat dari tujuannya, kantin dapat berfungsi untuk membantu pertumbuhan dan kesehatan mahasiswa dengan jalan menyediakan makanan yang sehat, bergizi, dan praktis; mendorong mahasiswa untuk memilih makanan yang cukup dan seimbang; untuk memberikan pelajaran sosial kepada mahasiswa; mengajarkan ilmu gizi secara nyata; mengajarkan penggunaan tata krama yang benar dan sesuai dengan yang berlaku di masyarakat; dan sebagai tempat untuk berdiskusi tentang perkuliahan, dan tempat menunggu apabila ada jam kosong. Oleh sebab itu, kantin memiliki peran dan fungsi cukup besar bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni.

Sabtu, 29 Maret 2014

HMJBSI


1.      Agitya Hanindita S.
2.      Ratri Mia Fitriani
3.      Ach. Ivan
4.      Afif H.
5.      Indira Tiardana K.


HMJBSI
(Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia)

Organisasi mahasiswa di Indonesia dapat dikategorikan ke dalam 2 jenis, yaitu organisasi mahasiswa intrakampus dan ekstrakampus. Organisasi mahasiswa intrakampus adalah organisasi mahasiswa yang memiliki kedudukan resmi di lingkungan perguruan tinggi dan mendapat pendanaan kegiatan kemahasiswaan dari pengelolaan perguruan tinggi dan atau dari kementerian/lembaga. Bentuknya dapat berupa Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis (IOMS), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).  Organisasi mahasiswa ekstrakampus merupakan organisasi mahasiswa yang aktivitasnya berada di luar lingkup universitas atau perguruan tinggi. Organisasi ekstrakampus biasanya berafiliasi dengan partai politik tertentu walaupun tidak secara eksplisit. Organisasi mahasiswa ekstrakampus antara lain : Himpunan mahasiswa Islam, Lembaga Dakwah Kampus, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia.
Universitas Negeri Surabaya (UNESA) merupakan salah satu universitas yang terkenal menghasilkan tenaga pengajar yang professional. Seperti halnya universitas-universitas lain, UNESA memiliki organisasi-organisasi kemahasiswaan seperti :Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEMU) pada tingkat universitas, Badan Eksekutif Fakultas (BEMF) pada masing-masing fakultas di UNESA, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di masing-masing jurusan, dan Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) pada prodi yang tidak memiliki jurusan atau prodi yang berdiri sendiri tanpa jurusan. Di UNESA terdapat satu BEMF yaitu BEMF UNESA, tujuh BEMF yaitu BEMFMIPA (Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), BEMFIS (Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial), BEMFE (Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Ekonomi), BEMFT (Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik), BEMFBS (Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni), BEMFIP (Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan), dan BEMFIK (Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan). Sedangkan HMJ berdiri di bawah naungan banyak jurusan di fakultas masing-masing.
Salah satu contoh intrakampus adalah HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan). HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) adalah organisasi mahasiswa intrakampus yang termasuk kelompok IOMS yang dibentuk berdasarkan kesamaan disiplin ilmu, terdapat pada program studi atau jurusan dalam lingkup fakultas tertentu dan berjejaring dengan disiplin ilmu sejenis dari perguruan tinggi. Umumnya bersifat otonom dalam kaitannya dengan organisasi mahasiswa di tingkat fakultas. Istilah lain himpunan mahasiswa jurusan adalah “keluarga mahasiswa jurusan”, “ikatan mahasiswa jurusan” atau “korps mahasiswa jurusan”. Sebagai contoh : Keluarga Mahasiswa Teknik Sipil (Fakultas Teknik), Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (Fakultas Bahasa dan Seni). Kegiatan himpunan mahasiswa jurusan umumnya dalam konteks keilmuan, penalaran, dan pengembangan profesionalisme. Namun pada perkembangannya, peran Himpunan Mahasiswa Jurusan tidak sebatas itu, namun lebih jauh lagi. Seperti pada halnya mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi Indonesia, pengembangan non-disiplin ilmu, dan lain sebagainya. Himpunan mahasiswa jurusan kelompok sejenis banyak yang membentuk jaringan dengan HMJ sejenis di perguruan tinggi lainnya, sehingga seperti juga senat mahasiswa, maka ada ikatan himpunan mahasiswa jurusan sejenis skala nasional.
Salah satu organisasi kemahasiswaan di jurusan yaitu Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), salah satu HMJ di UNESA yaitu Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia atau sering disingkat HMJBSI. HMJBSI adalah salah satu himpunan jurusan mahasiswa di fakultas bahasa dan seni (FBS). HMJBSI  merupakan organisasi kemahasiswaan yang menaungi prodi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia dan sastra Indonesia Unesa. HMJBSI terletak di gedung T4, tepatnya di samping perpustakaan jurusan bahasa dan sastra Indonesia dan di depan kamar mandi putrid gedung T4.
Pembina HMJBSI sekarang ini yakni Pak Andik. Beliau adalah salah satu dosen pengajar di jurusan bahasa dan sastra Indonesia. Usianya yang terbilang cukup muda menjadikannya lebih mudah dekat dengan mahasiswa. Pada tahun akademik 2013/2014, HMJBSI telah mengadakan regenerasi atau alih jabatan sehingga struktur organisasinya pun berbeda. Hal tersebut diadakan secara berkala tiap satu tahun sekali.
Struktur organisasi HMJBSI yaitu terdiri dari ketua HMJ, wakil HMJ, sekretaris 1, sekretaris 2, bendahara 1, dan bendahara 2. Sedangkan untuk pembagian bidangnya terdiri dari tiga bidang. Struktur organisasi HMJBSI sendiri terdiri dari mahasiswa dari prodi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia dan prodi sastra Indonesia dari angkatan 2013 hingga 2012 yang telah diseleksi sesuai dengan peraturan yang ada. Seleksi yang dilakukan untuk menyaring mahasiswa calon anggota HMJBSI meliputi tes wawancara, pengisian formulir pendaftaran, dan keaktifan mahasiswa dalam mengikuti kegiatan yang diadakan oleh HMJBSI. Struktur organisasi HMJBSI dapat dilihat di daftar dan pohon struktur di bawah ini.

Struktur Organisasi HMJBSI tahun akademik 2013/2014

Ketua              : Mira Ayu S.
Wakil               : Yusuf Nur R
Bendahara 1    : Yetik Afriana
Bendahara 2    : Irma Tri Zahiroh
Sekretaris 1     : Putri Indah Yanti
Sekretaris 2     : Heni Swastika
Bidang 1         :
·         Rounded Rectangle: PROKER BIDANG 1
JBSI mengajar, Putra Putri JBSI, Dialog Terbuka, Seminar Nasional,UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia), Samba, PPS (Panitia penjaringan Suara).Ketua  : Putri Kartika W.
·         Angg   :
1.      Afif hidayatullah.
2.      Muhammad Saifun N.
3.      Moch. Ferdy A.
4.      Ahmad Juman R.
5.      Liyana Dian P.
6.      Maghfirotul M.
7.      Nurul Aini
Bidang 2         :
·         Rounded Rectangle:  PROKER BIDANG 2
Sastra Bulan Purnama, OBSESI (Olimpiade Bahasa dan Sastra Selingkung JBSI), Mading, Bulan bahasa, Workshop menulis.Ketua  : Agik Nur E.
·         Angg   :
1.      Dian Anggraini
2.      M. Bachrul A.
3.      Marhaendra P.
4.      Azat Sudrajat
5.      Ika Fajar Sari
6.      Dian Ayu Puspita R.
7.      Annisa Ilma
Bidang 3         :
·         Rounded Rectangle:  PROKER BIDANG 3
Kajian SKI JBSI, Donor Darah, Tirai Kasih,  Berbagi Kasih, AMT dan ESQ.Ketua  : Fierda Kurnia A.
·         Angg   :
1.      Roichatul Jannah
2.      Nice Dwi A.
3.      Anik Pujianti
4.      Risna Yuniawati
5.      Risalatul Muazizah
6.      Dani Alfianto
7.      Muhammad Lutfi



10003813_462343103865262_549013188_o.jpgBerikut pohon struktur organisasi HMJBSI.



Seperti organisasi-organisasi pada umumnya, HMJBSI pun memiliki program kerja yang akan dilaksanakan pada satu tahun masa jabatan. Program kerja tersebut telah dibagi untuk bidang-bidang yang telah ditentukan. Dari bidang 1 hingga bidang 3. Adapun program kerja untuk bidang 1 yang pertama yakni JBSI mengajar. JBSI mengajar sekarang ini masih dalam pelaksanaan. Dimulai sejak 28 Maret 2014 hingga pertengahan bulan April. JBSI mengajar diadakan untuk mewadahi minat mahasiswa dalam mengajar. JBSI mengajar diadakan setiap hari senin dan kamis. Program ini diadakan HMJBSI khusus untuk mengajar siswa sekolah dasar (SD) sekitar kampus Lidah Wetan. Pembelajaran berlangsung di kampus sesui dengan jadwal dan materi yang telah disusun oleh HMJBSI. Yang kedua, Putra Putri JBSI. Putra Putri JBSI yaitu lomba yang diadakan HMJBSI dalam rangka menyaring putra dan putri jurusan bahasa dan sastra Indonesia yang nantinya akan mewakili jurusan ke tingkat fakultas. Putra putrid JBSI akan diberi pertanyaan mengenai pengetahuan kebahasaan, tentunya para finalisnya pun harus memiliki pengetahuan kebahasaan yang luas. Yang ketiga,  Dialog Terbuka, dialog terbuka biasa dilakukan untuk musyawarah dalam meningkatkan kualitas JBSI. Biasanya musyawarah ini dilkakukan oleh masing-masing perwakilan kelas, anggota HMJBSI,  dan ketua jurusan. Yang keempat, Seminar Nasional,Seminar nasional diadakan pada bulan bahasa dan sastra. Yang kelima, UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia), UKBI diadakan untuk menguji pengetahuan tentang kebahasaan yang nantinya terdapat nilai dan ada peringkat di dalamnya. Yang keenam, Samba, samba yakni sambutan mahasiswa yang diadakan saat penutupan acara OSPEK jurusan. Yang ketujuh, PPS (Panitia penjaringan Suara), PPS diadakan ketika akan dilaksanakan pergantian kepengurusan.
Program kerja bidang 2 yang pertama Sastra Bulan Purnama, sastra bulan purnama diadakan untuk mewadahi minat dan bakat mahasiswa dalam bidang kesastraan. kegiatan ini diadakn tiap satu nulan sekali yang bertempat di panggung terbuka di samping gedung T4. Dalam acara ini mahasiswa bebas menampilkan pertunjukan seperti puisi, drama, teater, dll. yang kedua yaitu OBSESI (Olimpiade Bahasa dan Sastra Selingkung JBSI), sekarang ini (April) OBSESI sedang berlangsung. Banak lomba yang akan dilaksanakan pada kegiatan ini. MAsing-masing kelas wajib mengirimkan wakil pada masing-masing perlombaan. Yang ketiga yakni mading, program ini mengajak mahasiswa untuk memberikan kontribusi dalam membuat karya seperti puisi, drama, pantun, untuk ditempel di madding. Yang keempat yakni Bulan bahasa, bulan bahasa yaitu kegiatan tahunan HMJBSI. Dalam program ini banyak kegiatan yang dilakukan misal donor darah, perlombaan bahasa Indonesia untuk tingkat SMA, dll. Dan yang terakhir yakni Workshop menulis.
Program kerja bidang 3 yaitu Kajian SKI JBSI, Donor Darah, Tirai Kasih,  Berbagi Kasih, AMT dan ESQ. Program kerja bidang 3 yaitu kegiatan yang berhubungan dengan kerohanian atau keagamaan.

Jumat, 28 Maret 2014

Teks Eksposisi

1.      Putri Kartikawati   12020074003
2.    Feftiyatul Hasanah  12020074013
3.    Huswatul Hasanah  12020074021
4.    Nur Reza Awaliyah            12020074025
5.    Uzlifatur Rohmah   12020074213


Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Negeri Surabaya adalah salah satu universitas negeri di Surabaya yang dulunya bernama IKIP Surabaya. Kampus Universitas Negeri Surabaya terdapat pada dua wilayah. Kampus pertama berada di daerah Ketintang Surabaya, kampus kedua berada di daerah Lidah Wetan Surabaya. Salah satu jurusan yang ada di Unesa adalah Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Jurusan ini terletak di Unesa Lidah Wetan yang terpisah dengan kampus pusat yaitu Unesa Ketintang. JBSI mempunyai dua gedung yang digunakan untuk tempat perkuliahan, yaitu berada di gedung  T4 dan gedung T8 yang terletak di Fakultas Bahasa dan Seni. Gedung T4 berada di depan gedung T3 Seni Rupa dan Desain Grafis. Gedung T4 ditempati oleh dua jurusan sekaligus, yaitu JBSI dan Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. JBSI menempati gedung T4 sebelah utara, mulai dari lantai satu sampai lantai tiga. Di gedung T4 lantai satu terdapat sebuah ruangan yaitu ruang baca dan peminjaman buku atau perpustakaan JBSI, sebuah ruangan Himpunan Mahasiswa Jurusan yang terletak di depan perpustakaan, dan sebuah tempat yang disediakan jurusan sebagai Koperasi Mahasiswa (KOPMA) yang menyediakan peralatan tulis menulis dan makanan ringan bagi mahasiswa. Di samping koperasi mahasiswa, terdapat papan panjang yang berfungsi sebagai papan informasi dan majalah dinding yang menampilkan karya mahasiswa JBSI. Di lantai dua terdapat ruangan Ketua Jurusan, ruangan tata usaha, ruangan dosen, laboratorium pembelajaran, satu ruangan kelas Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA), dan kamar mandi dosen. Lantai tiga terdapat lima ruangan perkuliahan, satu ruangan studio sastra, dan terdapat ruangan  gudang peralatan yang berada di samping ruangan studio sastra. Lantai tiga gedung T4 untuk JBSI difungsikan sebagai ruangan perkuliahan bagi mahasiswa.
Selain gedung T4, terdapat juga gedung T8 yang digunakan sebagai tempat perkuliahan mahasiswa. JBSI menggunakan dua lantai sebagai tempat perkuliahan, yaitu menggunakan lantai dua dan lantai tiga. Pada lantai dua JBSI menempati dua ruangan kelas sebelah selatan. Satu kelas dipakai untuk kelas PA 2012, satu lagi dipakai untuk kelas PB 2012. Untuk lantai tiga, dua kelas juga digunakan masing-masing kelas PA 2011 dan PB 2011.
Di dalam gedung JBSI memiliki beberapa fasilitas yang mendukung mahasiswa dalam proses pembelajaran. Selain untuk mendukung proses pembelajaran mahasiswa di kampus, fasilitas-fasilitas yang ada dalam JBSI memberi pelayanan kepada mahasiswa. Adapun fasilitas-fasilitas yang ada dalam jurusan bahasa dan sastra indonesia sebagai berikut:
1.      Kamar mandi : fasilitas yang harus dan selalu ada dalam sebuah tempat yaitu kamar mandi. Di dalam gedung JBSI terdapat empat bilik kamar mandi wanita dan laki-laki untuk mahasiswa yang terletak di lantai satu. Selain kamar mandi untuk mahasiswa, di dalam gedung JBSI juga memiliki fasilitas kamar mandi untuk para dosen dan karyawan yang terletak di lantai dua.
2.      Perpustakaan : letak perpustakaan berada di lantai satu gedung T4 sebelah utara. Perpustakaan sangat mendukung pembelajaran para mahasiswa karena di dalam perpustakaan tersebut berisi buku-buku yang sangat cocok bagi para mahasiswa. Dan juga terdapat beberapa persyaratan apabila para mahasiswa ingin menjadi anggota perpustakaan, salah satu dari beberapa persyaratan itu adalah menyumbang sebuah buku ke perpustakaan.
3.      Laboratorium sastra : fasilitas yang sangat mendukung pembelajaran mahasiswa JBSI ialah laboratorium sastra. Laboratorium sastra biasa digunakan para mahasiswa sebagai sarana untuk praktek dan latihan mahasiswa untuk memenuhi tugas mata kuliah dari dosen. Seperti mata kuliah apresiasi drama yang selalu menggunakan laboratorium sastra untuk praktek drama. Selain itu juga mata kuliah apresiasi puisi yang mengadakan kegiatan praktek dan latihan seperti musikalisasi puisi dan teatrikal puisi.
4.      Ruang tata usaha : ruangan ini berguna bagi para mahasiswa untuk meminjam alat media pembelajaran seperti LCD, speaker, kabel roll, kunci kelas, komputer, dsb. Agar proses peminjaman alat media tersebut lancar dan tidak ada gangguan, ruang tata usaha JBSI mempunyai dua petugas tata usaha yang membantu mahasiswa dalam proses pembelajaran.
5.      Ruang dosen : fasilitas ini merupakan runag kerja dosen yang ada di JBSI.
6.      Ruang Ketua Jurusan : ruangan ini merupakan salah satu fasilitas yag ada di gedung JBSI yang digunakan sebagai ruang kerja.

Sebagai suatu institusi pendidikan, pasti terdapat tenaga pendidik yang akan mendidik mahasiswa yang biasanya disebut sebagai dosen. Jurusan  Bahasa dan Sastra Indonesia memiliki jumlah 29 dosen pengajar, dengan rincian 20 orang dosen laki-laki dan 19 orang dosen perempuan. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dipimpin oleh Dr. Syamsul Shodiq, M. Pd sebagai Kepala Jurusan Bahasa dan Sastra dengan masa jabatan tahun 2012/2017. Lalu Drs. J. Parmin. M. Hum bertindak sebagai sekretaris jurusan dan Drs. Moh. Najid, M. Hum yang bertindak sebagai koordinator lapangan. Ketiga dosen yang disebutkan diatas menempati satu ruangan yang berada di lantai dua gedung T4.                                          Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia cukup membanggakan karena memiliki empat Guru Besar Universitas Negeri Surabaya. Mereka ahli pada bidangnya masing-masing dan sudah mendapatkan reputasi yang sangat baik pada dunia pendidikan, keempat dosen tersebut adalah Prof. Dr. Haris Supratno, Prof. Dr. Setya Yuwana, Prof. Dr. Kisyani-Laksono, Prof. Dr. Bambang Yulianto, M. Pd. Selain itu dosen-dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia mempunyai kredibilitas dan kemampuan yang sudah diakui, rata-rata semua dosen Jurusan Bahasa dan Sastra sudah menempuh pendidikan S2 hingga S3.
Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia memiliki lebih kurang 29 dosen pengajar. Para dosen ini rata-rata sudah memiliki gelar Prof. Dr. dan tak lain sebagai guru besar di Unesa. Adapula yang memang berkecimpung dalam dunia sastrawan dan linguis. Yang pertama ada Bapak Prof. Dr. Haris Supratno dengan NIP 195508281982031004. Yang ke-dua Prof. Dr. S