Sabtu, 15 Maret 2014

AYAH KAULAH PANUTANKU !! DIDIKANMU TIADA BATAS



بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
    
Oleh:
INDRA ASNIANTO
12020074010 / PA 2012

Kupersembahkan hadiah kecil ini kepada Allah SWT yang telah memberi Kekuatan padaku, dan hari lahir ayahku tersayang, semoga panjang umur & sehat selalu, serta ibuku tercinta yang selalu mendoakanku. Semoga berbahagia dan sukses selalu :* 

AYAH KAULAH PANUTANKU !!
DIDIKANMU  TIADA BATAS
 
Ayahku adalah anak pertama dari lima bersaudara. Beliau biasa dipanggil dengan sebutan Nanang. Beliau dilahirkan melalui proses persalinan normal dengan berat badan 3 kg dan panjang 51 cm pada tanggal 16 Oktober. Panggilan Nanang diberikan karena Ayahku adalah anak laki-laki. Tempat tinggalnya tidak berpindah-pindah mulai dari lahir sampai sebelum menikah yaitu tepatnya di Jalan Pahlawan Gapuro nomor 14 Gresik. Kehidupan keluarganya sangat sederhana. Selisih umur antara anak yang satu dengan yang lain hanya berselisih 2 s.d. 3 tahun. Beliau dan saudara-saudaranya sangat menghormati orang tuanya, karena didikan orang tuanya yang selalu memberikan suri tauladan yang baik bagi anak-anaknya untuk bekal kehidupan kelak. Dan yang  paling utama adalah orang tuanya selalu mendoakan agar selalu diberikan kemudahan dan kelancaran dalam segala hal, meskipun keadaan ekonomi keluarga yang serba sederhana, mereka tidak pernah menyerah dan putus asa. Lantaran kedua orang tua Ayahku sibuk bekerja anak-anaknya diasuh oleh kakaknya sendiri. Dan apabila anak-anaknya ada yang pergi ke sekolah, anak yang masih kecil dititipkan kesaudara Ayahku. Beliau dibesarkan dengan pola didik keluarga yang demokratis, sehingga anak-anaknya selalu penurut. Hal tersebut juga saya alami saat ini yaitu hidup yang super disiplin dan segalanya serba teratur. Terkadang hati ini rasanya ingin berontak dan berteriak keras. Pernah terjadi suatu kejadian ketika aku duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) tepatnya kelas VIII, waktu belajar kelompok aku mengendarahi sepeda motor di jalan raya, aku dipukul dengan sapu lidi hanya karena belum mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM), padahal jarak antara tempat tinggal dengan sekolah tidak seberapa jauh. Berangkat dari situlah saya tidak pernah  menggunakan sepeda motor di jalan raya sebelum mempunyai SIM. Hal tersebut tidak pernah lupa dalam benak otakku. Seiring berjalannya waktu aku selalu berpikir bahwa didikan Ayahku itu benar karena aku dididik hidup disiplin yang selalu dalam  pemantuan untuk bekal hidup dimasa depanku esok.    
       Pada waktu duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas VII, Ayahku dititipkan Ibunya kesebuah pekerjaan konveksi pakaian, yang tepatnya di daerah Gresik dan tidak jauh dari rumahnya. Alasan Ibunya menitipkan beliau untuk bekerja di sebuah konveksi itu adalah untuk membantu biaya sekolah dan sisa uangnya untuk keperluan keluarga. Ketika sedang bekerja, banyak hal-hal yang telah dilakukannya, diantaranya selalu peduli dengan fakir miskin yang datang untuk meminta sedekah. Sosok Ayahku sangat mempunyai rasa empati yang besar, walaupun di tempat konveksi itu banyak pekerja lebih kurang 14 orang, tetapi mereka hanya mempunyai rasa empati yang kecil. Seharusnya, para pekerja disitu harus tanggap pada lingkungan sekitar, karena pimpinan konveksi itu tidak berada pada satu tempat kerja dan di tempat itu hanya khusus untuk bekerja saja.
       Ayahku meletakkan uang yang akan diberikan kepada fakir miskin pada suatu tempat, hal itu dilakukan karena tidak mempunyai dompet. Uniknya, Ayahku menyimpannya hanya ditempatkan dilubang luar rumahnya, kemudian ditutup dengan pasir dan lubang itu hanya diisi dengan uang kericik (logam). Selain itu uang gajian yang beliau terima diletakkan di tempat bekas deterjen. Jadi adik-adiknya jikalau meminta uang kepadanya, cukup mengambil dari tempat bekas deterjen tersebut, dengan syarat harus menulis apa yang diperlukan. Misalnya krupuk dan kecap untuk lauk makan, dsb. Hal ini juga terjadi pada kehidupanku saat ini, segala pengeluaran berbentuk apapun harus ada rinciannya, agar selalu bersikap jujur dan bisa memanajemen uang secara maksimal. Ayahku setiap hari selalu memberikan masukan dan arahan-arahan. Ibaratnya “Tiada Hari Tanpa Ngomel” Itulah sosok Ayahku yang sesungguhnya, tetapi hal itu tidak membuatku bosan mendengarnya melainkan membuatku berpikir selangkah lebih maju dan harus didasari sikap positif.
       Pekerjaan yang beliau lakukan di tempat konveksi, dimulai sekitar pukul 14.00 sepulang sekolah hingga pukul 16.30, Bila ada pekerjaan yang banyak, maka Ayahku harus lembur dan dikerjakan mulai pukul 20.00 s.d. 24.00. Jenis pekerjaan tersebut secara umum adalah konveksi baju tetapi pekerjaan yang dilakukan sendiri yaitu membuat lubang kancing, memasang kancing dengan jarum, mengobras pakaian, menjahit bagian bawah baju, melipat baju, dan dimasukkan kedalam plastik kemudian dijadikan satu untuk dimasukkan ke dalam karung. Semua pekerjaan itu dilakukan dalam kurun waktu dua tahun setelah lulus SMP. Setelah lulus SMP, beliau tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sehingga beliau langsung bekerja. Akhirnya Ayahku melamar pekerjaan di sebuah perusahaan yaitu PT Nusantara Plywood (Pabrik Kayu Lapis). Pada tahun 1977, ketika Ayahku mengambil cuti sebanyak 12 hari, Ayahku mempergunakan waktu tersebut untuk tes militer dan sujud syukur alhamdulillah dapat diterima. Berangkat dari situlah Ayahku mendapatkan batu loncatan pekerjaan yang lebih mapan. Selama pendidikan di militer uniknya, jika sakit panas obatnya hanya makan lebih banyak dan saat pendidikan hanya membawa uang secukupnya, jadi tidak sampai mengeluarkan uang untuk jajan. selain itu, tanggung jawab seorang anggota militer yang ditugasi sebagai penanting. Penanting adalah anggota militer yang ditugasi untuk penanggung jawab melayani makanan yang sudah tersedia di dapur umum untuk diberikan kepada seluruh anggota. Jika ada nasi lebih (nasi layak untuk dimakan) maka nasi tersebut dikumpulkan dan diberikan kepada petani yang bekerja di belakang tempat pendidikannya. Atas rasa syukur dan terima kasih petani tersebut sering memberi hasil pertaniannya. Hal seperti itu dilakukan sampai akhir pendidikan. Setelah lulus pendidikan Ayahku di tempatkan tugas di Wing Udara I Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Dharma Jalakaca Putra Juanda tepatnya di Skuadron 600 yang mempunyai motto Tanggap (cepat merespon), Tanggon (cepat melaksanakan), dan  Trengginas (bekerja dengan capat/lincah). Mulai dari lulus pendidikan hingga sekarang Ayahku tidak pernah dipindah tugaskan karena di skuadron 600 ini adalah daerah yang sangat disiplin, dedikasi, dan loyalitas tinggi, jika sikap atau etika setiap anggota tidak sesuai dengan aturan atau tidak disiplin pasti akan dipindah tugas. Beliau disana tinggal di mess, ketika menjalani kehidupan di mess ada beberapa anjing liar yang berkeliaran di pelantaran ruang makan, anjing-anjing itu selalu diberi makan hingga beranak-pinak. Ketika anjing tersebut sudah besar-besar untuk dipotong dan dimakan oleh teman-temanya (makhlum teman letingnya dari berbagai penjuru nusantara dari Sabang sampai Merauke) dan Ayahku tidak sedikitpun memakannya. Proses memberi makan anjing dilakukan lebih kurang 10 tahun. Kegiatan yang dilakukannya selain itu, sewaktu weekend  atau pesiar tiba tepatnya hari rabu, sabtu, dan minggu beliau menonton film atau bioskop di Delta Sidoarjo bersama kawan letingnya setelah menerima uang gaji, dari sebagian uang itu disisihkan untuk diberikan fakir miskin dan uniknya setiap perjalanan mulai dari gedung bioskop sampai pasar Sidoarjo dengan berjalan kaki mencari orang yang kurang mampu. Selain itu sebelum makan siang juga mencari orang yang sangat kurang mampu dengan naik sepeda kayuh dengan rute mulai dari Juanda, Betro, Aloha, Gedangan, kemudian kembali ke Juanda. Sebelum menikah atau ketika bujangan Ayahku juga sempat mempunyai dua anak asuh dan menyekolahkannya sampai mereka SMA.
Pada masa-masa pencarian pendamping hidup, beliau juga melakukan pendekatan lewat teman letingnya yang mempunyai adik atau saudara. Dengan tujuan agar mengetahui karakter mana yang cocok dengannya. Setelah pencarian berakhir, pada tahun 1987 Ayahku menikah dan mendapatkan seseorang gadis cantik jelita parasnya yang bertempat tinggal di Sidoarjo yaitu Ibuku tercinta. Dalam menjalani rumah tangga, sepertiga gaji yang didapat Ayahku diberikan ke orang tuanya untuk menyekolahkan adik-adiknya. Hal itu dilakukan atas seizin istrinya. Ayahku adalah seseorang yang mempunyai sifat mau melepaskan kepemilikannya yaitu rela sebagian uang gajinya diberikan kepada adik-adiknya demi melanjutkan sekolah mereka. Biaya-biaya sekolah tersebut disamping dari uang gajinya, Ayahku mendapatkan pemasukan yang lain dari tugas terbang yang rutenya dari Sabang sampai Merauke. Beliau sangat bersyukur karena adiknya yang ke-2 sampai pendidikan SMEA, ke-3 sampai S1 Pendidikan Olahraga FIK Unesa, ke-4 sampai pendidikan S1 Teknik Informatika ITS, dan yang terakhir sampai pendidikan Diploma Ahli Madya (D3) Universitas Brawijaya. Banyak pelajaran yang dapat diambil salah satunya yaitu Hidup dalam pengabdian dengan segala aspek kehidupan untuk abdi masyarakat dan Negara. Ayahku mempunyai dua orang anak yaitu kakak perempuanku yang berparas cantik jelita sekarang berkarir di Dinas Pendidikan, Education of Inclusi at Wonokusumo X Elementary School Surabaya dan yang kedua sedang studi pendidikan di Universitas Negeri Surabaya konsentrasi pada prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.





Ayah, Ibu inilah persembahan puisi yang kulantunkan untukmu:

Walau Jiwaku bisu, masih kuingat namamu sampai darahku diam membeku. .

Ayah, kau hutan paling sempurna, yang sanggup menyerap semua hujan yang turun dari mataku, saat sebaya yang ingin kujadikan teman menolak. “Kau berbeda, kau tersesat, dan akan pergi ke neraka,” kata mereka padaku. Aku tak mengerti, siapakah yang pantas menentukan surga atau neraka, tetapi aku tak peduli, sebab aku akan mengikutimu ke mana pun pergi, seperti aku percaya pada kasih sayangmu.
•..Ayah..•°˚˚°•..Ibu..•°˚˚°•..Love..•°˚˚°•..You..•
Ibu, mentari pun tersenyum pada kita, seperti tanganmu yang serupa doa, membimbingku ke ranah sembah. “Di sini Tuhan kita tinggal, Nak,” ujarmu. Aku tak mengerti, tapi kau adalah perempuan pertama yang rela menyabung nyawa agar aku bisa mengenal dunia, maka aku mengikutimu, seperti aku percaya pada cintamu. 


Ayah,,,
Hari ini ulang tahun Ayah yang ke 50 tahun
Tapi aku semakin tak mengerti, siapakah yang sebaiknya kuikuti dan kuteladani.
Apakah terus mengikuti kalian, orangtuaku, yang mengajarkan indahnya cinta dan kasih sayang, ke tempat yang paling di takuti orang-orang itu, atau aku harus mengikuti mereka, orang-orang yang meminjamkanku napas selepas kalian pergi, yang juga membakar kalian di hari itu, berjanji akan menuntunku ke Surga?
Sukses selalu Ayah, semoga sehat sampai akhir hayatku, agar anak-anakku kelak bahagia bermain bersamamu Ayah dan Ibu..
Kau adalah panutanku hingga darahku diam membeku dan aku harus membuktikan kepadamu bahwa aku bisa menaklukkan semua ini.
Setiap sujudku selalu terselip nama Ayah dan Ibu di setiap sepertiga malamku dan setiap langkahku ku selalu berdoa dan berusaha menunjukkan yang terbaik kepadamu Ayah.
Disetiap waktu selalu terngiang suara tegasmu di selaput gendang telingaku ucapan yang tiada hentinya kau lantunkan yaitu “Hidup adalah pilihan, terserah Anda kau gunakan untuk apa hidupmu”
Kata itu yang selalu melekat dalam sel otakku :*
Terima kasih Ayah Kau selalu ada buat aku ..

آمِيّنْ آمِيّنْ يارب العالمينَ  


AYAH dan IBUKU
 
Keadaan semua terlelap
Dalam selimut malam yang dingin
Ditemani hiburan rintik kecil dari langit sepi
Menciptakan bunyi tapi sunyi
Dalam suasana berselimut malam
Semua merasa kehangatan
Tapi aku di sini sendiri
Mendendangkan kesepian dalam kesepian
Di bawah layar biru dengan sinar lampu,
Sepintas angin rindu menyapa kulitku
Semakin dingin dan kaku
Aku hanya bisa memainkan bibir kerdil
Mataku terkejut
Beliau selalu membayang-bayangi hitamku
Di sana ada
Di sini juga berada
Seperti malaikat yang selalu menjaga
Beliau tak sempurna
Bukan jiwa, tapi tonggak yang menghidupkan jiwa
Mengkayuh tiga roda
Demi menyambung napas keluarga
Inilah beda..

Yang lain berkaki dua, penuh tanda tanya
Tapi, beliau berkaki satu, sempurna
Satu sempurna
Dua seakan sirna
Beliau ada di mana-mana
Itulah Ayah dan Ibuku :*
 

»̶̵♧♈̷̴♡̬̩ƗƗäρρЧ̲͡  ϐΐяtƗƗϑäЧ̲͡°♡̷̴̵̬̩«̶
̲H̶̲̅A̶̲̅P̶̲̅P̶̲̅Y̶̲̅ B̶̲̅I̶̲̅R̶̲̅T̶̲̅H̶̲̅D̶̲̅A̶̲̅Y̶̲̲̅50 th Ayah best wishes for you :*
se♍♡gα:
Ƥanjang Ưmur
Selalu diberikan Ƙesehatan
urah Ʀezeki dan dimudahkan segala urusannya
Panjang pertaubatan
Menjadi pribadi ƴang lebih baik dari sebelumnya
Semoga apa yang Ayah harapkan bisa tercapai
Şukses Śelalu
Finally wish you all the best for you Ayahku sayang :*

Sukses Ayah!! Ayahku Pasti Bisa Menjadi Nomor 1 :D

Doakan kedua anakmu ini sukses ya, Ayah dan Ibu :*

˚°•˚◦♥ O:)Aäмiiëπ ♥◦˚•°˚

4 komentar:

Unknown mengatakan...

waaahh bnyak e ndruu isine :o

Unknown mengatakan...

Dari: Indra Asnianto (12020074010/PA 2012)

hehe.. Terima kasih Bogie sudah memberi komentar :) :D

Tulisanmu jg tidak kalah banyak isinya dan bagus ;)
yang terpenting harus selalu semangat dalam mengawali menulis ;) haha

Unknown mengatakan...

Jare riris :Tulisane ngebek i blogger, akeh autotext e sisan -_- koyok cabe-cabean. Hwakakaka

Unknown mengatakan...

Teing ah lier loba teing

Posting Komentar