Setiap
hari, sudah menjadi kebiasaan oleh ibuku untuk memasak di setiap paginya.
Selesai sholat subuh ibu langsung pergi untuk mecari bahan yang akan dimasak.
Selesai berbelanja ibu langsung ke dapur untuk memasak. Suara ibu memasak membuatku
terbangun, aku mulai beranjak dari tempat tidurku dan mengambil air wudhu.
Selesai itu aku sedikit membantu ibu yang kerepotan di dapur. Matahari mulai
beranjak dari tempat istirahatnya. Semua sudah bersiap untuk berangkat, mulai
dari ayah, ibu, kakak, dan juga adikku. Meskipun kami sibuk dengan kegiatan
kami masing-masing tetapi keluarga tetaplah menjadi nomor satu.
Saat
itu, aku dan ayah pergi karena ada sesuatu hal penting. Ibuku di rumah sendiri,
waktu itu karena kakakku tidak pulang hingga larut malam. Kakakku lelaki jadi
wajar kalu pulang hingga larut. Tentunya dia bisa jaga diri baik-baik. Tak tahu
kenapa tiba-tiba sesuatu hal membuat aku terpisah jalan dengan ayah. Aku tersesat di sebuah tempat yang tidak
pernah aku kunjungi sebelumnya. Entah ada hal apa yang sesungguhnya terjadi.
Aku pun mencoba untuk berfikir positif, mungkin aku teledor. Sekitar beberapa
jam aku pun bertemu kembali dengan ayah. Tidak ada perasaan panik sedikitpun
ketika aku tersesat. Hal yang aneh biasanya terjadi padaku saat aku tersesat
sendiri di tempat yang tidak ku ketahui.
Saat
perjalanan pulang hal-hal buruk mulai ku benamkan dari pikiranku. Sesampainya
di rumah aku mendapati ibu sedang berbaring sakit di tolong oleh tetanggaku.
Mungkin ini jawaban dari firasatku yang membuat aku tidak tenang di waktu
perjalanan. Sakit ibu yang begitu mendadak membuat tetanggaku menolongnya
karena di waktu itu ibu hanya seorang diri di rumah. Tidak seperti biasanya ibu
sakit seperti ini. Namun, aku tetap bersyukur ada yang mau menolong untuk
membawanya ke rumah sakit.
Dewi Indra Lestari
122074203
0 komentar:
Posting Komentar