Sabtu, 22 Maret 2014

Firasat Tentang Ibu


Setiap hari, sudah menjadi kebiasaan oleh ibuku untuk memasak di setiap paginya. Selesai sholat subuh ibu langsung pergi untuk mecari bahan yang akan dimasak. Selesai berbelanja ibu langsung ke dapur untuk memasak. Suara ibu memasak membuatku terbangun, aku mulai beranjak dari tempat tidurku dan mengambil air wudhu. Selesai itu aku sedikit membantu ibu yang kerepotan di dapur. Matahari mulai beranjak dari tempat istirahatnya. Semua sudah bersiap untuk berangkat, mulai dari ayah, ibu, kakak, dan juga adikku. Meskipun kami sibuk dengan kegiatan kami masing-masing tetapi keluarga tetaplah menjadi nomor satu.

Saat itu, aku dan ayah pergi karena ada sesuatu hal penting. Ibuku di rumah sendiri, waktu itu karena kakakku tidak pulang hingga larut malam. Kakakku lelaki jadi wajar kalu pulang hingga larut. Tentunya dia bisa jaga diri baik-baik. Tak tahu kenapa tiba-tiba sesuatu hal membuat aku terpisah jalan dengan  ayah. Aku tersesat di sebuah tempat yang tidak pernah aku kunjungi sebelumnya. Entah ada hal apa yang sesungguhnya terjadi. Aku pun mencoba untuk berfikir positif, mungkin aku teledor. Sekitar beberapa jam aku pun bertemu kembali dengan ayah. Tidak ada perasaan panik sedikitpun ketika aku tersesat. Hal yang aneh biasanya terjadi padaku saat aku tersesat sendiri di tempat yang tidak ku ketahui.

Saat perjalanan pulang hal-hal buruk mulai ku benamkan dari pikiranku. Sesampainya di rumah aku mendapati ibu sedang berbaring sakit di tolong oleh tetanggaku. Mungkin ini jawaban dari firasatku yang membuat aku tidak tenang di waktu perjalanan. Sakit ibu yang begitu mendadak membuat tetanggaku menolongnya karena di waktu itu ibu hanya seorang diri di rumah. Tidak seperti biasanya ibu sakit seperti ini. Namun, aku tetap bersyukur ada yang mau menolong untuk membawanya ke rumah sakit.

Dewi Indra Lestari
122074203

0 komentar:

Posting Komentar