Sabtu, 15 Maret 2014

kaulah ibu



Nur Reza Awaliyah
122074025
PA-2012
KAULAH IBUKU
Sekilas tentang ibuku .. mohon maaf jika kurang berkesan karena masih belajar J
Tidak ada yang berharga di dunia ini selain ibu. Ibu adalah sosok yang sangat penting dalam hidupku. Tanpa ibu, aku tak akan pernah ada dalam dunia ini dan kehidupan ini. Ibu melahirkan ketujuh anaknya dengan selamat. Sesuatu yang sangat istimewa ada pada dalam diri ibu, beliau melahirkan dua kali anak kembar yang berlawanan jenis. Mungkin jarang sekali ada sosok wanita seperti ibu. Beliau memiliki 4 anak perempuan dan 3 laki-laki. Dan aku merupakan anak pertama dari ketujuh bersaudara. Anak ke-4 dan ke-5 lah terlahir kembar.
Tapi sayangnya, ibu melahirkan anak ke-5 tidak didampingi oleh ayah semenjak beliau telah hamil 6 bulan. Sangat luar biasa sekali ibu saat itu bisa menghidupi dan menafkahi ketujuh anaknya dengan jerih payahnya saat ini hingga sekarang. Beliau  adalah seorang ibu juga ayah bagi anak-anaknya. Beliau  harus menjaga, merawat dan membesarkan sang buah hati meski sendiri. Kecerdasan hatinya, membuatnya senantiasa berfikir bahwa Tuhan tidak akan pernah ingkar janji. Menitipkan anak berarti juga ada titipan rezeki baginya. Hatinya begitu tegar menjalani kepahitan dalam hidupnya setelah ayah pergi meninggalkan keluarganya. Setelah beberapa tahun ayah meninggalkan kami dan membiarkan ibu untuk berdiri sendiri dalam menafkahi anak-anaknya. Ibu selalu berusaha membahagiakan naknya, menyekolahkannya hingga ke jenjang yang lebih tinggi dengan upah yang sangat mencukupi sekali untuk kebutuhan ketujuh anaknya.
Sedikit menyesal saat aku menerima beasiswa untuk bersekolah di perguruan tinggi. Karena apa? Karena menurutku apabila aku tidak mengambil dan menerima beasiswa itu, mungkin aku akan membantu ibu mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya dengan bekerja di tempat manapun asalkan halal. Sehingga beban yang ada dipikiran ibu akan terasa sedikit lebih ringan. Namun, semua itu hanya sebatas angan-angan saja. Saat ini, aku belum bisa meringankan beban ibu. Mungkin suatu saat nanti, dengan hadirnya aku di universitas ini, aku akan membahagiakan ibu dan adik-adikku. Amiin.
Bagiku tetap ibu yang berharga dalam hidupku. Tanpa semangat dan tanpa kehadiran sosok ibu hingga sekarang mungkin tak ada lagi semangat pada diriku. Ketegaran ibu adalah ketegaeranku. Dan kasih sayang ibu kepada anaknya melebihi kasih sayang kepada dirinya sendiri. Tetaplah di sampingku ibu, tanpamu aku lemah menjalani hidup ini.

0 komentar:

Posting Komentar